src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Perang Iran Picu Kenaikan Harga Kondom Global, Permintaan juga Melonjak

Perang Iran Picu Kenaikan Harga Kondom Global, Permintaan juga Melonjak

2 minutes reading
Thursday, 23 Apr 2026 12:10 3 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO – Konflik Timur Tengah menjadi sorotan setelah produsen terbesar dunia mengisyaratkan lonjakan harga signifikan. Kondisi ini dipicu gangguan rantai pasok akibat ketegangan geopolitik. Dilansir dari Merdeka.com, perusahaan produsen kondom terbesar di dunia, Karex, mempertimbangkan kenaikan harga produknya hingga 30 persen atau lebih jika konflik di Timur Tengah terus berlanjut dan mengganggu pasokan bahan baku.

CEO Karex, Goh Miah Kiat, mengungkapkan bahwa biaya produksi mengalami lonjakan tajam sejak meningkatnya konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Kondisi tersebut memaksa perusahaan untuk meninjau ulang harga jual produknya.

“Biaya produksi kami meningkat secara signifikan dan kami terpaksa mempertimbangkan kenaikan harga,” ujarnya.

Karex yang berbasis di Malaysia diketahui memproduksi lebih dari lima miliar kondom setiap tahun dan memasok berbagai merek global serta layanan kesehatan di sejumlah negara.

Gangguan pasokan bahan baku dipicu oleh ketegangan di kawasan Teluk, khususnya di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia. Ancaman terhadap jalur distribusi di wilayah ini berdampak pada terganggunya pengiriman minyak mentah, gas alam cair, hingga produk petrokimia.

Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melintasi kawasan tersebut. Gangguan di jalur ini berdampak langsung pada industri yang bergantung pada turunan minyak bumi, termasuk produksi kondom.

Karex sendiri menggunakan bahan seperti amonia untuk pengawetan lateks serta pelumas berbasis silikon yang berasal dari petrokimia. Lonjakan harga bahan baku dan biaya logistik turut menekan proses produksi.

Di sisi lain, permintaan kondom justru mengalami peningkatan signifikan. Goh menyebutkan bahwa permintaan naik sekitar 30 persen sepanjang tahun ini, seiring meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi ekonomi global.

“Dalam masa ketidakpastian, kebutuhan akan kondom meningkat karena orang khawatir terhadap kondisi ekonomi dan masa depan mereka,” katanya.

Namun, kenaikan permintaan tersebut tidak diimbangi dengan kelancaran distribusi. Keterlambatan pengiriman dan biaya transportasi yang meningkat memperparah potensi kekurangan pasokan di pasar.

Dampak konflik ini juga merembet ke berbagai sektor lain. Kenaikan harga energi memicu lonjakan harga tiket pesawat, pupuk, hingga kelangkaan helium yang dibutuhkan industri semikonduktor.

Selain itu, industri air minum kemasan turut menghadapi tekanan akibat kesulitan memperoleh bahan baku. Bahkan, Perserikatan Bangsa-Bangsa telah memperingatkan potensi kenaikan harga komoditas pangan seperti gula, susu, dan buah-buahan akibat meningkatnya biaya distribusi global.

Kondisi ini menunjukkan bahwa konflik geopolitik tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga meluas hingga industri kesehatan dan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x