src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Nasib Jalan Benua Puhun-Rantau Hempang Tidak Ada Kejelasan, Kades: Jangan Bohongi Kami Lagi

Nasib Jalan Benua Puhun-Rantau Hempang Tidak Ada Kejelasan, Kades: Jangan Bohongi Kami Lagi

waktu baca 3 menit
Senin, 6 Apr 2026 18:36 103 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Pekerjaan peningkatan Jalan tembus Desa Saliki Muara Badak-Kutai Lama Anggana sepanjang 23,17 KM sudah hampir selesai, tinggal menyisahan sepanjang 5 Km lagi. Tahun ini, akan ada lanjutan pekerjaan semenisasi sepanjang 2,75 KM.

‎”Kami sudah selesaikan pekerjaan jalan tembus Muara Badak-Anggana sepanjang 18,24 KM  yang menghabiskan anggaran sebanyak Rp 154 miliar, ” sebut Wabup Rendi Solihin, melalui akun resmi Pemkab Kukar.

Adapun lLanjutan pekerjaan sepanjang 2,75 Km pada tahun 2026 akan dibiayai melalui Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi tahun 2026. ‎”Nanti dari Muara Badak ke Anggana atau sebaliknya, hanya menempuh lama perjalanan hanya setengah jam,” ungkap Wabup.

Berbeda nasib dengan jalan yang menghubungkan Benua Puhun-Rantau Hempang, padahal masih dalam satu wilayah kecamatan Muara Kaman. Kondisi jalan tersebut masih rusak.

Ini membuat Kades Benua Puhun, H. Ardinansyah kecewa dengan perlakuan beda tersebut.
‎”Kenapa kalau untuk jalan di pesisir ada dananya sampai Rp 154 miliar, sedangkan untuk perbaikan jalan kami, kok nggak ada anggarannya,” tukas pria yang disapa H. Nan.

H. Nan mengatakan, dirinya bersama Kades yang lain selalu memperjuangkan jalan tersebut yang sudah hancur hampir 10 tahun. Pemerintah desa hanya diberikan janji-janji kosong.

‎Dia mencontohkan, pada tahun 2024, pihaknya diundang Dinas PU Kukar menghadiri presentasi perencanaan perbaikan jalan Benua Puhun-Teratak-Rantau Hempang-Muara Kaman Ulu dan Muara Kaman Ilir. Lengkap dengan desain jalan dan ruas jalan sepanjang 14 KM. ‎”Melihat gambar perbaikan jalan kami, bagus juga kalau terealisasi,” singgungnya.

‎Setelah pertemuan dengan Dinas PU, ada pertemuan lagi di kantor Camat Muara Kaman dengan dihadiri Kades, BPD dan Ketua RT yang meminta agar ada pembersihan lahan dan ranting pohon, Sebab, persiapan perbaikan jalan akan dimulai pada awal 2025.

‎”Kami menyanggupi, dan kami semua Kades dan RT lakukan gotong royong membersihkan ranting dan pohon karena senang mendengar akan diperbaiki,” jelasnya.

Setelah pembersihan ranting dan pohon oleh warga, Kepala Dinas PU Wiyono meninjau jalan Benua Puhun-Rantau Hempang itu. ‎”Hingga hari ini, tidak ada kejelasan perbaikan jalan kami, dengan alasan tidak ada anggaran, sedangkan untuk pesisir ada dananya,” terangnya.

‎Kalau ada keinginan Pemkab Kukar perbaikan jalan tersebut ungkap H. Nan pasti terwujud, seperti tiap tahun menganggarkan Rp 5-15 Miliar setahun, tahun depannya Rp 15 miliar lagi pasti jalan kami bagus.

‎Pemkab, lanjut dia, pernah melakukan perbaikan kecil berupa penumpukan batu usai kecelakaan yang menimpa seorang pelajar saat melintasi jalan ini. Yang bikin heran, APBD Kukar dari tahun 2023 tempus Rp 10 triliun lebih. “Kalau alasan tidak ada dana, malah kami bingung, kenapa jalan untuk daerah lain ada dananya. ‎Wajar kami kades yang alami jalan rusak bikin video singkat  ‘Jangan Jinakai’ (bohongi) kami lagi,” pungkasnya.(Andri)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x