src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Soroti Penyaluran Santunan COVID-19, Reza Fachlevi Sebut Data Dinsos Kaltim Belum Valid

Soroti Penyaluran Santunan COVID-19, Reza Fachlevi Sebut Data Dinsos Kaltim Belum Valid

2 minutes reading
Tuesday, 29 Mar 2022 21:18 241 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Akhmaed Reza Fachlevi menyoroti sejumlah persoalan di Dinas Sosial Provinsi Kaltim. Di antaranya terkait dengan santunan korban COVID-19 dan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dari Pemerintah Pusat.

“Kami mendapatkan laporan atau catatan dari Dinsos tentang verifikasi data. Itu yang paling penting karena saat ini masih banyak OPD, khususnya Dinsos yang datanya belum lengkap. Sedang ini harus disinkronisasikan antara data pemerintah kota/kabupaten sampai ke provinsi. Harus punya bank data, intinya harus ada integrasi data,” ucapnya, saat dikonfirmasi, Selasa 29 Maret 2022 siang.

Dikatakannya, jika mengacu pada penyaluran santunan COVID-19 di Kaltim, target Kaltim mencapai 5.000  penerima. Namun, realisasi yang tersalur hanya sekitar 4.000 lebih.

“Kita ada evaluasi. Sebenarnya masih ada kuota dari 5.000 itu karena 4.000 yang sudah mendapatkan. Tapi masih terkendala data-data dan verifikasi, ada yang mendapat bantuan tapi rekening tidak aktif, orangnya sudah pindah atau keluarga ahli waris berada di luar kota. Jadi itu yang menjadi kendala Dinsos,” ujarnya.

Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Kaltim Muhammad Yusuf menyebut, pihaknya telah menyalurkan santunan ahli waris COVID-19 masing-masing sebesar Rp 10 juta per penerima. Sedangkan santunan yatim piatu korban COVID-19 masing-masing sebesar Rp 2 juta per anak. Pencairan sendiri sudah selesai dilakukan pada Desember 2021 silam.

Diakuinya, dari target penerima santunan telah disiapkan anggaran sebesar Rp 50 miliar untuk 5.000 penerima. Namun, karena kendala dari penerima, akhirnya hanya 4.413 yang tersalurkan.

“Kemarin yang disiapkan untuk santunan ini Rp 50 miliar untuk 5.000 orang, tapi setelah seleksi yang tersalur hanya 4.413 penerima, jumlah itu dikali Rp 10 juta per orangnya. Jadi ada 66 yang tidak tersalurkan dengan berbagai alasan. Sedangkan santunan anak yatim, ada 1.522 anak penerima, jumlah itu dikali Rp 2 juta per orangnya,” terangnya saat ditemui di kantornya.

Penulis: Ningsih

Editor: MH Amal

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x