src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kondisi banjir di Jl Damanhuri. (Ningsih)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Dua hari diguyur hujan deras membuat sebagian Kota Samarinda tergenang banjir. Dari pantauan headlinekaltim.co di beberapa titik akses jalan utama, di antaranya Jalan Damanhuri, Jalan Gatot Subroto, Jalan AM Sangaji, Jalan Tarmidi Taher, Jalan Pemuda, Jalan Remaja, Jalan Proklamasi, Jalan Dr Sutomo terendam banjir, dengan ketinggian bervariasi.
Akibat banjir, arus lalulintas macet dan banyak kendaraan, khususnya kendaraan roda dua, mogok setelah berusaha menerjang banjir.
Informasi yang diterima dari Info Taruna Samarinda (ITS) menyebut, tingginya curah hujan di Samarinda menyebabkan debit air di bendungan Benanga, Lempake meningkat. Hari ini tercatat, tinggi permukaan air (TMA) antara 7,80 mdpl hingga 7,96 mdpl.
Kepala BPBD Kota Samarinda Suwarso mengatakan, kondisi banjir di Samarinda masih dalam kategori siaga. Namun demikian, pihaknya terus melakukan pemantauan kondisi banjir yang ada saat ini. Terlebih, hujan belum dapat diprediksikan kapan berakhir.
“Sampai tadi pagi saya cek 7,96, itu masih kategori siaga. Tapi kalau sudah 8,2 mdpl, itu sudah awas (status, Red). Tapi kami sudah bergerak ke semua wilayah yang rawan, seperti di Bengkuring sudah ada kita siapkan 2 perahu. Di Pampang 1 unit perahu dan dibantu teman-teman relawan,” ujarnya dikonfirmasi, Selasa 22 Maret 2022.
Mantan Camat Palaran ini juga memperingatkan warga yang tinggal di sekitaran wilayah Karang Mumus, Betapus, Bengkuring, Perumahan Griya Mukti dan Gang Nibung untuk selalu waspada. Karena daerah tersebut menjadi daerah langganan banjir.
Mengantisipasi terjadinya banjir besar di Samarinda, BPBD lanjut Suwarso, memastikan pihaknya bersama relawan sudah terlatih dan berpengalaman mengatasi banjir.
Dia memastikan seluruh peralatan BPBD lengkap dan memenuhi standar dengan tenaga yang siap turun ke lapangan dalam waktu 24 jam. “Samarinda ini warganya berpengalaman juga, kita juga punya relawan yang biasa mengatasi itu. Kita juga punya perahu 35 unit yang kita siapkan untuk evakuasi, termasuk menyiapkan beberapa titik untuk lokasi pengungsian,” terangnya.
Suwarso juga mengingatkan, selain potensi besar terjadi banjir, Samarinda juga rawan longsor. “Di samping banjir, kadang kalau hujan deras berdampak pada longsor. Tapi dengan kerjasama PUPR, kita akan cepat mengatasi. Personel kami 72 orang juga siap dalam situasi darurat, HP 24 jam tidak boleh mati,” imbuhnya.
Ketua ITS Joko Iswanto juga mengimbau kepada masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana banjir dan longsor. “Terutama di wilayah yang menjadi langganan banjir dan dataran rendah lainnya, kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan,” pesannya.
Penulis: Ningsih
Editor: MH Amal