src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Asap Masih Menyelimuti Berau, Gamalis Tekankan Penanganan Karhutla Bersama

Asap Masih Menyelimuti Berau, Gamalis Tekankan Penanganan Karhutla Bersama

waktu baca 2 menit
Selasa, 1 Sep 2026 17:59 153 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Kondisi asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Kabupaten Berau menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau. Wakil Bupati Berau, Gamalis mendorong seluruh pihak memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal ini disampaikannya saat menghadiri Penyuluhan Penanganan Karhutla yang digelar Kodim 0902/Berau pada Selasa, 1 September 2026, di Aula Paradita Kodim 0902/Berau. Kegiatan tersebut menghadirkan Kolonel Arm La Ode Irwan Halim dari Mabes TNI sebagai narasumber.

Ia mengapresiasi perhatian Mabes TNI yang turut hadir langsung memberikan penyuluhan terkait penanganan karhutla di Kabupaten Berau. Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur menjadi bagian penting dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla yang hingga kini masih terjadi. “Ini menjadi momentum penting bagi kita untuk bersama-sama memperkuat langkah dalam menghadapi karhutla,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan data yang dihimpun pemerintah daerah, saat ini terdapat 779 titik panas di Kabupaten Berau. Jumlah tersebut menempatkan Berau sebagai salah satu daerah dengan titik panas cukup tinggi di Kalimantan Timur. Kondisi tersebut harus menjadi alarm bagi seluruh pihak agar tidak lengah. Upaya pencegahan perlu diperkuat bersamaan dengan penanganan di lapangan, terutama di wilayah yang memiliki potensi kebakaran tinggi.

“Dengan kondisi seperti ini, tentu kita harus lebih meningkatkan kewaspadaan. Pencegahan harus dilakukan bersama, termasuk bagaimana kita memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran,” jelasnya.

Gamalis juga menyoroti dampak asap yang muncul akibat karhutla. Sejumlah wilayah di Berau masih diselimuti asap pekat sehingga berpengaruh terhadap kualitas udara dan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat. Karena itu, ia menekankan pentingnya koordinasi yang cepat dan berkelanjutan antara pemerintah daerah, TNI, Polri, BPBD, pemerintah kecamatan dan kampung, perusahaan, hingga masyarakat.

“Langkah pencegahan dan deteksi dini harus menjadi perhatian bersama agar potensi kebakaran dapat ditekan sejak awal,” bebernya.

Gamalis berharap penyuluhan yang digelar Kodim 0902/Berau bersama Mabes TNI dapat memperkuat pemahaman sekaligus koordinasi seluruh unsur dalam menghadapi karhutla. “Kita tidak boleh bekerja sendiri-sendiri, karena persoalan karhutla ini adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya. (Riska)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x