src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Peserta aksi mengusung spanduk berisi tuntutan. (Erick) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA –Ribuan mahasiswa Kaltim yang mengatasnamakan Aliansi Mahakam Menggugat menggelar aksi di depan gedung DPRD Kaltim, Senin 11 April 2020. Sejak pukul 13.45 WITA, mahasiswa tiba dan menggelar orasi. Massa terlihat membawa spanduk berisi tuntutan.
Sekitar pukul 16.00 Wita, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli masuk ke Gedung D Kantor DPRD Kaltim dan langsung menuju lantai 2 untuk menemui Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK.
30 menit kemudian, Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK, didampingi Wakil Ketua DPRD Kaltim Sigit Wibowo disusul oleh Wakil Ketua DPRD Kaltim Seno Aji tampak menuju ke luar gedung DPRD untuk menemui para mahasiswa dengan pengawalan ketat aparat kepolisian.
“Adik-adik mahasiswa yang datang ke gedung wakil rakyat ini menyampaikan aspirasinya. Kami atas nama wakil rakyat DPRD Provinsi Kalimantan Timur menerima dengan baik dan memberikan dukungan penuh terhadap pernyataan hari ini, aspirasi mahasiswa. Kita harus kembali pada konstitusi kita, kita harus kembali kepada penyelenggara demokrasi kita. Mahasiswa yang mengukir sejarah ini,” ucap Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK.
Mahasiswa menuntut agar wakil rakyat secara resmi menandatangani aspirasi mereka secara kelembagaan. “Kami membawa MoU dan meminta DPRD Kaltim untuk menyatakan sikap terkait tuntutan kita,” ucap salah satu perwakilan mahasiswa.
DPRD Kaltim setuju dengan tuntutan mahasiswa dan menandatanginya. “Jadi kita dukung secara penuh dan tuntutan itu sudah kita tandatangani bersama dan nanti kita akan bawa ke DPR RI. Secepatnya akan diatur di Sekretariat dewan. Kalau sudah selesai kita antar,” tegas Makmur.
Adapun isi MoU tersebut:
– Menolak dan membatalkan kenaikan BBM
– Menolak dan membatalkan kenaikan PPN
– Menolak perpanjangan masa jabatan Presiden dan penundangan Pemilu 2024
AKSI KONDUSIF
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadly mengaku sangat mengapresiasi para mahasiswa yang tetap tenang dalam menyuarakan tuntutannya.
“Kami dari TNI-Polri sudah melakukan pengamanan kepada para mahasiswa yang menyuarakan aspirasinya. Alhamdulillah ini berjalan lancar dan kondusif,” ungkap Ary Fadly, Senin 11 April 2022.
Dalam aksi tersebut sebanyak 800 personel gabungan diturunkan untuk mengawal aksi mahasiswa tersebut. “Iya, ada 800 personel yang diturunkan gabungan dari Polresta Samarinda, dan Polda Kaltim. Karena tadi sempat ada penambahan makanya kita tambah pasukannya untuk mengawal,” pungkasnya.
Penulis: Ningsih/Erick/Riski