src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Dahlan Iskan bersama pengurus KAHMI Kukar dan jajaran Rektorat Unikarta dalam kegiatan kuliah umum saat PKKMB Unikarta. (Andri)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG– Pengurus Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam(KAHMI) Kukar yang diketuai Dr Sarkowi V Zahry menghadirkan tokoh pers cum mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan ke Tenggarong.
Dahlan memberikan kuliah umum kepada mahasiswa baru Unikarta yang sedang jalani Perkenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru(PKKMB) angkatan 2022.
“Dalam suasana Milad KAHMI ke 56, kami datangkan DI yang juga anggota KAHMI Nasional dan juga pernah aktif sebagai menteri BUMN era Presiden RI SBY, ” sebut Koordinator Presedium KAHMI Kukar, Sarkowi, Senin 29 Agustus 2022.
Politisi Golkar yang juga anggota DPRD Kaltim ini memastikan, era dirinya memimpin KAHMI Kukar akan konsisten merancang program pemberdayaan Kader dan masyarakat Kukar, dengan menggelar kegiatan yang bersifat akademis.
“IKN sudah nyata, yang harus kita siapkan dari sekarang adalah kualitas sumber daya manusia(SDM) nya, ” sebut Owi.
Kehadiran Dahlan dimanfaatkan salah satu mahasiswa Fakultas Pertanian asal Cepu Jatim bernama Bayu. Pemuda tersebut menyinggung ide mobil listrik inisiatif wartawan senior itu yang nasibnya semakin tidak jelas kelanjutannya.
Dahlan mengakui ide mobil listrik sudah 10 tahun dia gemborkan agar indonesia tidak heboh saat harga BBM Naik. Dalam ilmu ekonomi, jika APBN besar digunakan untuk subsidi BBM, melanggar doktrin ekonomi sehat yang tujuannga agar tidak subsidi terlalu besar.
“Jika ekonomi tidak sehat, lebih baik dibubarkan Fakultas Ekonomi,” sebutnya.
Namun, bagai makan buah si malakama, setiap kenaikan BBM di Indonesia, pasti harga produk lainnya alami kenaikan. Jika harga-harga semakin tinggi, maka angka kemiskinan semakin tinggi.
“Malah hampir 8 tahun terakhir ini, angka kemiskinan di Indonesia terlalu tinggi, ” ucapnya.
Dahlan berpesan kepada mahasiswa Unikarta, gawai jangan sekadar dipakai lihat status WhatsApp. Namun, carilah informasi positif sebanyak mungkin lewat gawai.
Mahasiswa juga harus peka terhadap lingkungan sekitar. Dalam bermasyarakat dan berkelompok, orang harus siap menerima perbedaan. Sampaikan ketidaksetujuan itu dengan santun, jangan bikin sakit hati lawan bicara.
“Kalau mau belajar menerima perbedaan, belajar saja dengan Mas Sarkowi karena sudah lama jadi anggota DPRD Kaltim, pasti banyak konflik dan perbedaan yang sudah dijalani dan dimenej dengan baik, ” pungkasnya. (Andri)