src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Dua Perempuan Penerima Tanoto Award, Kepala SMP yang Dijuluki 'Roro Jonggrang', hingga Sosok Cergas di Balik "Kukar Pintar"

Dua Perempuan Penerima Tanoto Award, Kepala SMP yang Dijuluki ‘Roro Jonggrang’, hingga Sosok Cergas di Balik “Kukar Pintar”

2 minutes reading
Saturday, 17 Dec 2022 14:42 557 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG– Bagi Kepala SMPN 3 Tenggarong, Sariyani, kemauan dan kerja sama adalah modal utama memajukan pendidikan. Dengan prinsip itulah, perempuan kelahiran Balikpapan 1970 tersebut akhirnya dinobatkan oleh Tanoto Foundation sebagai salah satu sosok Pijar Nusantara.

Menjadi kepala SMPN 6 Marang Kayu sejak 2013, perjuangan telah dilakukan Sariyani dengan bekerja sama dengan perusahaan untuk membantu penambahan ruang belajar baru.

“Karena SMPN 6 Marang Kayu sering disebut sekolah gagal sebelum saya mimpin karena kekurangan ruang belajar,” ucap Sariyani, Jumat 16 Desember 2022.

Dari keberhasilan di sekolah itu, pada 2019 lalu, Sariyani diangkat menjadi Kepala SMPN 3 Tenggarong oleh Bupati Kukar Edi Damansyah. Dia ditugasi membenahi SMP yang terletak di ibu kota tersebut. Dari segi akademik dan nonademik.

Dia bergerak cepat membenahi segi infrastruktur. Pertama, mengubah tanah rawa sekolah menjadi taman literasi.

“Kalau ingin siswa nyaman belajar, maka perbaiki dulu sarana dan prasananya,” ucapnya.

Sariyani menyebut, sesekali diperlukan ketegasan dari seorang pemimpin. Lulusan Diklat Kepala Sekolah Lembaga Australia, AUSAID ini, mengakui dirinya sering marah-marah kepada anak buah demi mutu pendidikan.

“Memang kadang harus marah, makanya guru-guru terkadang menyebut saya dengan sebutan Roro Jonggrang. Hingga saat ini, prestasi yang diraih sekolah mencapai 37 prestasi skala nasional, provinsi dan kabupaten. Serta masuk predikat sekolah penggerak,” ungkapnya.

SOSOK DI BALIK KUKAR PINTAR

Sosok Pijar Nusantara asal Kukar yang ditetapkan Tanoto Foundation adalah Kasi Kurikulum dan Pengembangan Mutu SMP Disdikbud Kukar, Emy Rosana Saleh.

Pertama kali menjabat pada 2017, Emy melihat masih banyak pembelajaran di Kukar memakai sistem konvensional. Dia ingin pembelajaran bisa interaktif sehingga murid lebih aktif belajar.

Jebolan S2 di Universitas Queensland Australia dan S3 manajemen Sumber Daya Pendidikan UNJ ini, pada 2019, dipilih menjadi Fasilitator Daerah (Fasda) dan menjalankan program PINTAR garapan Disdikbud Kukar dan Tanoto Foundation.

Program ini benar-benar terasa manfaatnya saat pandemi COVID-19. Hingga saat ini Kukar Pintar dikelola 60 Fasda dan terus dilakukan transformasi pembelajaran.

“Terkadang kita ini, kalau sudah di zona nyaman, dan ditawarkan sebuah gagasan baru, sering kali muncul resistensi. Sehingga ada upaya penolakan dengan tidak dijalankan gagasan baru tersebut,”ujarnya.(Andri)

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x