src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Penyerahan sertifikat WBTB ke Pemkab Kukar. (andri) HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Tahun ini, 5 objek dan tradisi khas Kukar ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) oleh Kemendikbud RI plus sembilan objek sebagai Cagar Budaya.
Kelima sub budaya tersebut yaitu, Nutul Baham, Tarsul Kutai, Muang Kutai Adat Lawas, Naik Ayun dan Begasing. Ditetapkannya lima WBTB di Kukar tersebut mendapat apresiasi dari Pemprov Kaltim.
“Kita apreasiasi apa yang diraih Kukar, dengan ditetapkan lima WBTB tersebut,” sebut Kepala Cabang Wilayah III Disdikbud Kaltim, Mukhtar Lubis, Senin 19 Desember 2022 di aula Disdikbud Kukar.
Memperjuangkan penetapan WBTB, sebut Mukhtar, tidak lah mudah. Sebab, harus melalui proses pendaftaran dan pencatatan secara online ke sistem. Tahun ini, Kaltim mendapatkan Tujuh WBTB dan lima ada di Kukar.
“Jika umur warisan budaya sampai tiga generasi atau di atas 50 tahun, maka bisa diusulkan menjadi WBTB,” jelasnya.
Asisten II Pemkab Kukar, Wiyono menyebut, Pemkab Kukar sangat bangga ditetapkannya lima WBTB, dan sembilan Cagar Budaya.
Kesembilan objek cagar budaya tersebut, Situs Kubur Tajau Gunung Selendang Sangasanga, Rumah Penjara Sangasanga, Tugu pembantaian Sangasanga, Makam Aji Pangeran Sinom Panji Mendapa Loa Kulu, Tugu pembantaian Loa Kulu, Kawasan Situs Muara Kaman, Komplek Makam Kesultanan Kutai Kartanegara, Masjid Jami Amir Hasanuddin, dan Rumah Besar Tenggarong.
“Nantinya, kesembilan obyek Cagar Budaya tersebut akan diperkuat dengan SK Bupati Kukar,” eks Kadisdikbud Kukar ini.
Wiyono berpesan kepada Disdikbud Kukar untuk menggali warisan budaya yang bisa diusulkan menjadi WBTB karena ada juga kabupaten lain yang mengusulkan hingga ratusan warisan budaya.
“Bidang pendidikan dan kebudayaan selalu bersinergi mewujudkan pendidikan yang berkualitas, beradab dan berakhlak mulia,” tegasnya.
Kadisdikbud Kukar Thauhid Aprilian Noor menyebut, pengumuman lima WBTB dan sembilan cagar budaya dirangkai dalam kegiatan pagelaran budaya. Sejumlah pelajar Kukar dalam acara itu menerima sertifikat sebagai sosok cakap berbahasa tingkat Kaltim yang akan bertanding tingkat nasional.
“Sejak pandemi COVID-19 semakin melandai, pagelaran kebudayaan semakin banyak digelar. Untuk acara kebudayaan yang dikelola Disdikbud Kukar akan diperbesar lagi di tahun depan,” ujarnya.(Andri)