src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Bupati Edi saat lakukan kunjungan ke desa Gunung Sari kecamatan Tabang.(Sumber : prokom Pemkab Kukar)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Saat penyerahan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Corporate Social Responsibility (CSR) PT. Guruh Putra Bersama Grup, di Desa Gunung Sari Kecamatan Tabang, belum lama ini, Bupati Kukar Edi Damansyah meminta kepada semua Kepala Adat, Adat Besar kecamatan Tabang, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat untuk menjaga kondusifitas investasi daerah, demi kemajuan ekonomi Tabang.
Bupati Edi menyebut, keberadaan dunia usaha atau perusahaan di Kukar telah diundang oleh pemerintah pusat ke wilayah Kukar, dan bersama-sama menjaga investasinya, yang nantinya akan berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.
“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat, mari kita jaga terus kondusifitas dan investasi di daerah,” sebut Bupati.
Bupati Edi memaparkan, Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam melaksanakan pembangunan, kehadiran dunia usaha berinvestasi di daerah akan membantu pembangunan di daerah.
Bupati Edi menyinggung, dari 18 kecamatan di Kukar, tidak semua ada potensi sumber daya alam-nya, sehingga perusahaan mau hadir. Adanya sumber daya alam tersebut tambah bupati Edi Damansyah patut disyukuri sehingga ke depannya dengan keberadaan investasi dunia usaha dapat dikolaborasikan dengan pembangunan daerah,
“Pembangunan daerah akan semakin cepat, jika saling berkolaborasi,” ucapnya.
Bupati mengingatkan, jika ada hal-hal yang berkaitan dengan persoalan sosial, persoalan lingkungan, apalagi persoalan tanah adat dapat dibicarakan dengan baik. Bupati juga mengingatkan agar jangan mudah terprovokasi seperti perjalanan selama ini. Edi Damansyah mencontohkan misal ada orang-orang dari kota masuk ke kampung yang memperjuangkan hak masyarakat, tiba-tiba memprovokasi masyarakat akhirnya dapat sesuatu, mereka pergi meninggalkan desa. Karena mereka tidak pernah memikirkan kemajuan desa, tidak pernah memikirkan pembangunan kampung, hanya datang untuk sesuatu hal saja.
“Untuk itu, masyarakat harus cerdas melihat kondisi yang terjadi selama ini, saya berpesan jika ada persoalan sosial lainnya dapat bicarakan, nuansa kekeluargaan harus terbangun dengan baik. Perusahaan tidak akan meninggalkan tanggungjawab-nya, bahkan tadi disampaikan keberadaan PT Guruh Putra Bersama Grup ini memiliki ijin 30 sampai 40 tahun lamanya dan ini sangat panjang sekali,” pungkasnya.(Adv156/Andri)