src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Kala Anak Binaan Lapas Jalani Ritual Cuci Kaki Ibunda, Terjadilah Banjir Air Mata

Kala Anak Binaan Lapas Jalani Ritual Cuci Kaki Ibunda, Terjadilah Banjir Air Mata

waktu baca 2 menit
Jumat, 23 Des 2022 17:54 448 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Air mata SF, salah satu anak binaan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Samarinda, tak kuasa membendung air matanya. Dia terisak-isak saat berjongkok sembari memegang kaki perempuan yang melahirkannya.

SF dan 25 rekan-rekannya sesama binaan Lapas Anak menjalani prosesi cuci kaki Ibunda pada Jumat 23 Desember 2022.

Sebelum menjalani prosesi cuci kaki, para orang tua dan anak binaan mendengarkan tausiah dari Habib Shofi Muhdhor asal Tenggarong. Mereka juga disuguhkan penampilan seni tari anak binaan yang dibimbing Yayasan Gubang Tenggarong pimpinan Hariyansyah alias Anca.

“Total anak binaan kami sebanyak 53 orang, yang mengikuti prosesi cuci kaki ibu 24 orang dan dua orang cuci kaki ayahnya karena ibunya sudah tidak ada,” sebut Kepala LPKA Samarinda, Mudo Mulyanto.

Mudo menyebut, sebetulnya pihaknya ingin melibatkan seluruh anak binaan, namun ada orang tuanya yang jauh dan tidak sempat datang ke Tenggarong.

Prosesi cuci kaki ibu adalah salah satu rangkaian memperingati Hari Ibu yang selalu digelar LPKA Samarinda saban tahun.

Kegiatan ini menjadi salah satu metode pembinaan mental anak binaan. Mereka diajarkan berbakti dan meminta maaf kepada orang tuanya serta mengingatkan anak betapa besar jasa seorang ibu.

“Dua tahun kita nggak gelar acara ini karena pandemi COVID-19,” ucap Mudo.

Ketua DWP Kukar Yulaikah Sunggono yang hadir sangat antusias melihat aktivitas anak binaan LPKA dalam memperingati Hari Ibu 2022.

Dirinya menyebut, ada suatu hal yang beda di LPKA Samarinda yang berada di Tenggarong. Kalau penjara biasanya identik dengan pembatasan. Namun, di sini ide dan kreativitas anak difasilitasi dan dimunculkan.

“LPKA sudah sukses menggerakkan anak-anak untuk berkreasi dan bisa bermanfaat setelah keluar dari LPKA. Menjadikan anak untuk tetap teguh kepada perintah Allah SWT, namun tidak lupa, tetap berbuat baik kepada kedua orang tua kita. Ingatlah dengan jasa orang tua. Ibu pasti menunggu anaknya untuk selalu berkumpul di rumah,” paparnya.

Habib Shofi dalam tausiahnya mengingatkan tentang orang yang rajin membaca Alquran dan puasa, tapi tidak punya sikap menghormati orang tua, tidak akan mendapatkan ganjaran apa-apa. Sebab, bakti kepada orang tua menjadi hal yang utama.

“Saya mengingatkan hormat dana sayang ibunda jangan hanya pada saat perayaan Hari Ibu saja. Sayangilah ibu dan ayah setiap hari. Rida Allah SWT bergantung pada keridaan orang tua ,” pesannya.(Andri)

LAINNYA
x