src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Silaturahmi DPU dam DMI Kukar.(Sumber : Andri/Headlinekaltim)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Semangat kolaborasi antarlembaga kembali ditunjukkan oleh Dana Peduli Umat (DPU) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kutai Kartanegara (Kukar). Kedua lembaga ini menggelar pertemuan silaturahmi sekaligus diskusi untuk membahas program kolaborasi yang telah dan akan dijalankan bersama, Senin 7 September 2026.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban ini bertempat di Sekretariat DMI Kukar, Jalan Patin, Timbau, Tenggarong. Rombongan DPU diterima langsung oleh jajaran pengurus DMI Kukar, yakni Ketua dan Sekretaris DMI Kukar, Edi Damansyah dan Supriyanto, serta Ketua Harian DMI Kukar Chairil Anwar.
Dalam sambutannya, Edi Damansyah yang mantan Bupati Kukar ini menyampaikan rasa terima kasihnya atas kunjungan yang dilakukan oleh pihak DPU. Ia berharap kolaborasi antara kedua lembaga ini dapat terus terjalin dengan baik dan pada akhirnya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. “Terima kasih atas kunjungan kolaborasi ini, semoga terjalin dua lembaga yang baik dan berdampak terhadap masyarakat,” sebut mantan Bupati Kukar ini.
Direktur Kemitraan Lembaga Amil Zakat (LAZ) DPU Kaltim, Rahmad, menjelaskan bahwa pertemuan kali ini menjadi ruang diskusi penting untuk membahas bagaimana pengelolaan zakat, infaq, dan sedekah dapat memberikan dampak yang lebih luas dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Ia menambahkan bahwa selama ini DPU dan DMI Kukar sebenarnya sudah menjalankan pola kerja sama kemitraan melalui sejumlah program pemberdayaan masyarakat. “Seperti bulan lalu, meluncurkan program pemberdayaan marbot dan remaja masjid Al-Mizan di Kecamatan Loa Kulu,” sebut Rahmat.
Kepala DPU Kukar, Adi Wijaya, turut menegaskan komitmennya untuk memperkuat program kolaborasi antara DPU Kukar, DMI, dan DPU Kaltim ke depannya. Menurut Adi, konsep memakmurkan masjid seharusnya tidak berhenti pada aspek ibadah seremonial semata, tetapi juga harus mampu diciptakan sebagai pusat program pemberdayaan umat yang berkelanjutan, bahkan dapat melibatkan sinergi lintas lembaga. “Kita ingin membuat program yang berdampak terhadap perekonomian masyarakat,” jelasnya.
Adi kemudian mencontohkan keberhasilan program pemberdayaan marbot dan remaja masjid yang telah dijalankan di Kecamatan Loa Kulu. Menurutnya, keberhasilan program tersebut kini mulai menarik perhatian dari sejumlah masjid lain yang telah melakukan komunikasi dan berkeinginan untuk mempelajari serta mengikuti jejak program serupa bersama DPU dan DMI Kukar.
“Menjalankan program pemberdayaan remaja masjid, ada juga melibatkan pihak ketiga seperti perusahaan, yang sudah mempercayakan ke DPU,” tegasnya.(Andri)