src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Wakil Bupati Berau, Gamalis. (Foto: Riska/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Kondisi kabut asap yang masih mengancam kualitas udara membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau kembali mempertimbangkan perpanjangan kebijakan pembelajaran dari rumah atau Belajar Dari Rumah (BDR).
Wakil Bupati Berau, Gamalis, menegaskan keselamatan dan kesehatan peserta didik menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam menentukan pola pembelajaran di tengah kondisi udara yang tidak sehat.
Menurutnya, kondisi asap yang masih bertahan menjadi alasan kuat untuk mengevaluasi kembali kebijakan pembelajaran tatap muka. Terlebih, paparan partikel halus seperti PM2.5 menjadi salah satu hal yang paling dikhawatirkan karena dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan. “Kalau melihat kondisi hari ini, kondisi asap yang tidak turun, sebaiknya memang (BDR) tetap. Harus diperpanjang lagi,” ujarnya.
Ia menyampaikan, Pemkab Berau telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk membahas langkah lanjutan. Saat ini, pemerintah masih melakukan evaluasi terhadap surat edaran maupun aturan yang akan menjadi dasar kebijakan tersebut.
Gamalis juga memastikan, untuk kondisi saat ini Senin, 7 September 2026 seluruh peserta didik dipulangkan dari sekolah. Kebijakan tersebut mencakup mulai dari kelompok bermain, TK, SD, SMP hingga SMA. “Mulai playgroup, TK, SD, SMP, SMA, pulang semua. Kecuali yang kuliah,” tegasnya.
Ia menambahkan, surat edaran terkait kebijakan pembelajaran selanjutnya akan diterbitkan sebagai pedoman bagi sekolah dan orang tua. Kebijakan tersebut akan disesuaikan dengan perkembangan kondisi asap di Kabupaten Berau. “Pulang dulu. Nanti kita keluarkan surat, supaya jangan masuk lagi sampai asap reda,” katanya.
Gamalis menegaskan, keputusan tersebut diambil sebagai bentuk kehati-hatian pemerintah dalam melindungi anak-anak dari dampak buruk kualitas udara akibat kabut asap karhutla. Pemkab Berau pun masih memantau perkembangan kondisi udara sebelum menentukan apakah pelaksanaan BDR akan diperpanjang secara resmi. Jika kondisi asap belum mengalami perbaikan, kebijakan pembelajaran dari rumah berpotensi kembali diberlakukan. “Kalau masih pekat ini asapnya, DBR bakal diperpanjang,” pungkasnya. (Riska)