29.2 C
Samarinda
Wednesday, December 8, 2021

KPU Kategorikan Kelurahan Pelabuhan Kurang Peduli dengan Pemilu

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Ketua KPU RI Ilham Saputra menyebut ada 2 desa/kelurahan di Kaltim yaitu Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur dan Kelurahan Pelabuhan, Kota Samarinda masuk dalam Program Peduli dan pemilihan daftar pemilih sementara (DPS).

Program tersebut merupakan upaya dari KPU RI untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas pemahaman dalam partisipasi pada pemilihan umum.

Menurutnya, 2 desa/kelurahan di Kaltim ini masuk dalam indikator sebagai wilayah dengan tingkat partisipasi rendah, rawan konflik dan rawan bencana.

“Upaya kita seperti teman-teman di Samarinda ini melihat bahwa di situ (Kelurahan Pelabuhan, Red) tingkat partisipasinya rendah di Pemilu dan Pilkada sebelumnya. Tentu kita harus tingkatkan secara kualitas maupun kuantitas, sehingga pemahaman terhadap berpartisipasi dalam Pemilu bukan hanya soal kuantitas, tapi juga kuantitas bagaimana pemahaman mereka terhadap pemilihan itu sendiri,” katanya pada awak media, usai membuka acara peresmian program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan DPS, di aula gedung KPU Kaltim, Minggu 17 Oktober 2021.

Dikatakannya, Pemilu dan Pemilukada sangat berdampak pada masyarakat. Untuk itu kata dia, masyarakat harus memahami pentingnya berperan aktif menyukseskan kegiatan tersebut.

Dirinya mengakui, sampai saat ini masih banyak tantangan yang dihadapi oleh KPU. Diantaranya masih ada masyarakat yang kurang memahami pentingnya berdemokrasi.

“Karena orang masih skeptis terhadap Pemilu, padahal itu sangat berdampak pada mereka. Karena kebijakan yang diambil oleh pemimpin akan berpengaruh pada masyarakat, seperti soal peraturan dan banyak hal, ini yang harus disampaikan ke masyarakat. Kita berharap teman-teman dapat berpartisipasi aktif dalam Pemilu sebagai penyelenggara. Termasuk melaporkan dugaan potensi kecurangan. Ini yang kita harapkan, ” ujarnya.

Kata dia, Program Desa Peduli Pemilu didanai dari APBN dan merupakan pilot project.

Komisioner KPU Kaltim Mukhasan Ajib menerangkan, dibentuknya program DP3 tersebut guna meningkatkan angka partisipasi masyarakat atau meminimalkan angka Golput.

“Di Kaltim dalam pembentukan DP3 sesuai petunjuk KPU RI menetapkan yaitu partisipasi rendah, rawan konflik dan rawan bencana. Di Samarinda sendiri rawan, Kutim juga,” katanya.

Dikatakannya lagi, ada sebanyak 25 orang dari berbagai kalangan direkrut untuk menjadi relawan DP3. Diharapkan, setelah terbentuk, relawan DP3 dapat aktif bergerak dalam kegiatan penyuluhan.

“Ini kan sudah mau masuk tahapan Pileg, Pilpres 2024 dan tahapan akan dimulai bulan Februari,” ujarnya.

Mengenai alasan mengapa Kelurahan Pelabuhan masuk sebagai indikator rendahnya partisipasi masyarakat, terang  dia, karena masyarakat sekitar yang tidak peduli dengan partisipasi pemilu.

“Alasannya, pedagang toko banyak di sana. Kurang peduli, ” pungkasnya.

Penulis : Ningsih.                                           Editor: Mh Amal

Komentar

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU