src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> SMPN 3 Tenggarong Rayakan Usia 44 Tahun, Kemas Acara 'Xploria' Secara Meriah

SMPN 3 Tenggarong Rayakan Usia 44 Tahun, Kemas Acara ‘Xploria’ Secara Meriah

2 minutes reading
Thursday, 23 Apr 2026 22:11 1 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG- SMPN 3 Tenggarong memasuki usia ke-44 tahun. Kamis 23 April 2026 menjadi hari puncak perayaan HUT sekolah yang dikomandoi Sariyani yang juga sekretaris Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP Kukar.

“Sekolah kita masuki usia 44 tahun, sudah banyak prestasi yang diraih guru dan murid dalam mengharumkan nama baik sekolah,” sebut Sariyani.

Sariyani mengatakan sejumlah prestasi bergengsi dari ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) antara lain juara 1 kategori mapel IPA dan IPS tingkat nasional. Di skala Provinsi Kaltim juara II Mapel IPS ajang O2SN, hingga lomba cerdas cermat (LCC) serta lomba debat.

‎Siswa sekolah ini juga aktif mengikuti ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N). Siswanya meraih juara kategori lomba menyanyi solo, tari tradisional, pantomim, musik tradisional serta seni lukis. Bahkan, cabang olah raga Taekwondo siswa SMPN 3 Tenggarong berlaga di level internasional.

“Secara akumulatif, SMPN 3 sudah raih 185 penghargaan bergengsi,” jelasnya.

Plt Koordinator Wilayah Disdikbud Kukar wilayah Tenggarong, Nikka Naria menyebut, kunci meraih prestasi sekolah adalah ikhlas dalam belajar dan mengajar. “Perayaan HUT ke 44 ini hasil kerja keras guru dan orang tua serta komite sekolah, yang sudah bekerja sama dengan baik,” ucapnya.

Perayaan HUT SMPN 3 Tenggarong bertajuk Xploria ini berlangsung meriah. Diisi dengan kegiatan berbagai kreasi para siswa dan guru. Para mantan kepala sekolah serta guru SMPN 3 yang sudah pensiun diundang oleh panitia.

Salah satunya adalah Asmah Yanti. Dia mengenang saat era tahun 2004, sekolah yang berhadapan dengan kampus Unikarta Tenggarong ini dulu hanya memiliki ratusan siswa. “Dulu paling muridnya sekitar 500 orang saja,” jelasnya.

Saat ini, kata dia,  mencapai 1.000 siswa. Ini capaian yang luar biasa dan tidak lepas dari manajemen Kepala sekolah. “Kepsek sekarang (Sariyani, Red.) orangnya tegas, ini yang membuat guru semakin berpacu bergerak memajukan sekolah bersama-sama,” ungkapnya.

Asmah Yanti sempat mengalami perubahan pola pembelajaran yang menggunakan teknologi. Setiap anak memegang chrome book dan waktu memegang buku kertas lebih sedikit. “Waktu pertama kali anak-anak memakai chromebook, siswa tidak memperhatikan guru. Sibuk dengan gawai masing-masing. Namun, lama-lama kita tekankan adab kepada siswa,” sebutnya.

Dirinya merasa bangga atas capaian prestasi yang sudah diraih SMPN 3 Tenggarong. Guru dan siswa berprestasi hingga menjadi sekolah rujukan Google.(ADV/Andri)

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x