src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Anggota DPRD Kaltim Baharuddin Demmu (foto: IG dprdkaltimoficial/headlinekaltim.co) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Jalan umum yang berada di desa Santan Tengah, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara rusak parah, akibat banyaknya kendaraan milik perusahaan yang melintas. Dampaknya aktivitas warga pun terganggu.
Anggota DPRD Kaltim Baharuddin Demmu angkat suara terkait masalah tersebut. Ia mengharap, pemerintah lebih peduli, dengan melakukan monitoring ke perusahaan yang menggunakan akses jalan tersebut untuk kepentingan perusahaan.
“Masyarakat minta pemerintah tidak tutup mata. Mobil yang bukan berplat Kaltim melintas di sana. Harusnya pemerintah dalam hal ini Bappenda, melakukan monitoring atau mendatangi perusahaan-perusahaan yang masih menggunakan mobil berpelat luar Kaltim. Banyak ditemukan di perusahaan sawit maupun batubara,” kata Anggota DPRD Kaltim Dapil Kukar ini, saat dikonfirmasi media ini.
Ia melanjutkan, mobil-mobil berplat luar Kaltim tersebut, walaupun menggunakan jalan Kaltim, namun tidak membayar pajak untuk daerahnya. Untuk itu, Baharuddin Demmu meminta pemerintah turun ke lokasi untuk melihat kondisi jalan di daerah tersebut.
“Kita yang bayar pajak, tapi orang lain yang merusak jalan. Perusahan itu tidak ada kontribusi pajaknya,” ujar Anggota Komisi III DPRD Kaltim ini.
Apa yang disampaikan Baharuddin Demmu, juga diamini oleh Nasrullah yang tak lain adalah Kepala Desa Santan Tengah. Ia menyebut, akses jalan di wilayahnya kondisinya rusak parah.
Dikatakan Nasrullah, sebelumnya jalan- jalan di wilayahnya sangat baik, namun setelah dilalui oleh kendaraan perusahaan, justru jalan rusak parah dari hari ke hari.
“Sekarang dengan intensitas mobil dan alat berat yang lewat itu, tidak sesuai dengan kapasitas jalan. Sehingga rusak. Sementara kalau jalannya rusak, masyarakat yang menderita. Aksesnya susah, mobil kecil susah lewat. Ini yang harus jadi perhatian pemerintah, bagaimana kondisi jalan bisa ditingkatkan kapasitasnya. (Advetorial)
Penulis : Ningsih