src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Pembangunan 4 SPBN di Kukar Terus Berproses, Solusi Pemenuhan BBM untuk Ribuan Nelayan

Pembangunan 4 SPBN di Kukar Terus Berproses, Solusi Pemenuhan BBM untuk Ribuan Nelayan

waktu baca 2 menit
Senin, 8 Jun 2026 16:17 14 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Upaya memperkuat sektor perikanan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara melalui pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Ini diharapkan dapat mempermudah akses bahan bakar bagi ribuan nelayan yang selama ini masih bergantung pada SPBU umum.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutai Kartanegara, Muslik, mengatakan pembangunan SPBN di Kukar hingga kini masih terus berjalan dan menjadi salah satu program strategis untuk mendukung aktivitas nelayan. “Ini masih berproses terus pembangunan SPBN,” ujar Muslik, Senin 8 Juni 2026.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat dua lokasi pembangunan SPBN di Kukar yang tengah memasuki tahap pengerjaan fisik, yakni di Kecamatan Anggana dan Samboja. Sementara untuk wilayah Muara Badak dan Muara Jawa, proses perizinan telah selesai sehingga siap memasuki tahapan berikutnya.

Meski demikian, Muslik menegaskan bahwa DKP hanya berperan sebagai fasilitator dalam proses administrasi dan perizinan. “Kami di DKP hanya memfasilitasi perizinannya saja, yang membangunnya pihak ketiga swasta,” terangnya.

Selama pembangunan SPBN di Kukar belum seluruhnya rampung, distribusi bahan bakar untuk nelayan masih dilakukan melalui sejumlah SPBU yang tersebar di kecamatan-kecamatan pesisir.

Skema tersebut dinilai cukup membantu, walaupun belum sepenuhnya ideal. Pasalnya, nelayan masih harus berbagi antrean dengan masyarakat umum ketika membeli bahan bakar untuk kebutuhan melaut.

Menurut Muslik, keberadaan SPBN akan memberikan layanan yang lebih cepat dan tepat sasaran bagi para nelayan yang menggantungkan hidupnya pada sektor perikanan.

Saat ini, jumlah nelayan di Kutai Kartanegara diperkirakan mencapai hampir 25 ribu orang. Karena itu, pembangunan SPBN di Kukar dinilai menjadi kebutuhan mendesak untuk menjamin kelancaran aktivitas penangkapan ikan dan meningkatkan produktivitas sektor perikanan daerah.

“Jumlah nelayan Kukar mencapai hampir 25 ribu orang,” ungkapnya.

Tidak hanya menyasar wilayah pesisir, pembangunan SPBN di Kukar juga direncanakan menjangkau kawasan hulu. Pemerintah daerah melihat kebutuhan bahan bakar bagi nelayan sungai dan masyarakat perikanan di daerah pedalaman juga cukup besar.

Muslik mengatakan, rencana tersebut sejalan dengan program nasional yang mendorong pengembangan kawasan kampung nelayan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis sektor perikanan.

Ke depan, wilayah hulu yang telah ditetapkan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih berpeluang mendapatkan dukungan pembangunan SPBN langsung dari pemerintah pusat. “Kalau sudah ditetapkan sebagai kampung nelayan, pembangunan SPBN akan ditangani oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan,” jelasnya. (Andri))

 

LAINNYA
x