src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Waspada Super Flu! Ini 8 Cara Ampuh Cegah Influenza A H3N2 yang Disebut Lebih Agresif

Waspada Super Flu! Ini 8 Cara Ampuh Cegah Influenza A H3N2 yang Disebut Lebih Agresif

3 minutes reading
Friday, 9 Jan 2026 14:06 130 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO – Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan menyusul munculnya kasus super flu atau influenza A H3N2 subclade K di Indonesia. Penyakit ini dikenal memiliki tingkat penularan yang lebih cepat serta gejala yang lebih berat dibandingkan flu biasa, sehingga langkah pencegahan perlu diterapkan sejak dini.

dilansir dari CNN Indonesia, hingga akhir Desember 2025 tercatat sebanyak 62 kasus super flu secara nasional. Meski demikian, Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta memastikan hingga kini belum ditemukan kasus super flu di wilayah ibu kota.

“Saat ini masih belum ditemukan kasus ‘Super Flu’ di Provinsi DKI Jakarta,” ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati menjelaskan bahwa meskipun belum ada temuan kasus, kewaspadaan terhadap super flu tetap harus ditingkatkan. Hal ini dilakukan untuk mencegah potensi penyebaran virus yang dinilai lebih agresif tersebut.

Secara medis, super flu merupakan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang disebabkan oleh virus Influenza Tipe A H3N2 Subclade K. Penyakit ini disebut “super” karena karakter penularannya relatif cepat, dengan gejala yang lebih berat dibandingkan influenza musiman.

Adapun gejala super flu antara lain demam tinggi dengan suhu mencapai 39 hingga 41 derajat Celcius, nyeri otot hebat, sakit kepala berat, kelelahan ekstrem, serta batuk kering yang berkepanjangan. Kondisi ini berisiko lebih serius jika menyerang kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.

Dinkes DKI Jakarta menekankan bahwa langkah paling efektif dalam mencegah super flu adalah disiplin menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam aktivitas sehari-hari. Penerapan PHBS dinilai mampu menekan risiko penularan super flu di lingkungan masyarakat.

Berikut delapan langkah pencegahan super flu yang dianjurkan otoritas kesehatan, yakni rutin mencuci tangan dengan sabun, memakai masker saat sedang sakit, menerapkan etika batuk dan bersin, menghindari kebiasaan menyentuh wajah, mencukupi asupan nutrisi seimbang, minum air putih minimal dua liter per hari, menjaga pola istirahat cukup, serta berolahraga secara teratur.

Selain upaya pencegahan individu, Pemprov DKI Jakarta juga aktif melakukan pengawasan melalui sistem sentinel surveillance. Sistem ini digunakan untuk mendeteksi dini kemungkinan penyebaran super flu maupun penyakit pernapasan lainnya.

Pemantauan dilakukan melalui sistem sentinel kasus Influenza Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di lima puskesmas pada masing-masing kota serta satu rumah sakit rujukan. Langkah ini bertujuan memastikan potensi penyebaran super flu dapat segera ditangani.

Seluruh fasilitas kesehatan di DKI Jakarta juga telah diinformasikan terkait kewaspadaan terhadap super flu, termasuk pengenalan gejala, tanda penyakit, serta penguatan upaya promotif dan preventif khususnya untuk kasus ISPA dan pneumonia.

“Fasilitas kesehatan di DKI Jakarta juga telah diinformasikan mengenai kewaspadaan penyebaran ‘Super Flu’, mengenali gejala dan tanda penyakit, serta penguatan upaya promotif dan preventif terutama untuk kasus ISPA dan pneumonia,” jelas Ani.

Pemerintah pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang namun waspada terhadap super flu. Warga diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala flu berat atau berkepanjangan, terutama bagi kelompok berisiko tinggi.

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x