src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Mitos Gerhana Matahari Cincin Bahaya Buat Ibu Hamil, Ini Faktanya

Mitos Gerhana Matahari Cincin Bahaya Buat Ibu Hamil, Ini Faktanya

2 minutes reading
Thursday, 5 Feb 2026 15:13 107 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO – Gerhana matahari cincin pada pertengahan Februari ini tercatat sebagai gerhana matahari pertama yang terjadi sepanjang 2026. Fenomena gerhana matahari cincin tergolong unik karena posisi bulan menutupi sebagian besar matahari, menyisakan cahaya berbentuk cincin yang kerap disebut sebagai “cincin api”.

Di balik keindahan gerhana matahari cincin, masih berkembang sejumlah mitos yang dipercaya sebagian masyarakat. Salah satu yang paling sering terdengar adalah anggapan bahwa gerhana matahari cincin berbahaya bagi ibu hamil dan dapat berdampak buruk pada kesehatan janin.

Dilansir dari CNN Indonesia, mitos tersebut berakar dari kepercayaan tradisional yang telah lama hidup di tengah masyarakat. Dalam budaya Jawa, peristiwa gerhana matahari sering dikaitkan dengan kisah Batara Kala, tokoh raksasa yang digambarkan menelan matahari dan bulan sehingga langit menjadi gelap.

Dalam cerita tersebut, Batara Kala disebut memiliki dendam terhadap Batara Surya dan Batara Soma. Saat keduanya ditelan, masyarakat zaman dahulu meyakini perlu menciptakan suara bising dengan memukul lesung agar matahari dan bulan dimuntahkan kembali, sekaligus mengusir bahaya.

Kepercayaan terhadap gerhana matahari cincin juga sempat menguat pada era Orde Baru. Saat itu, pemerintah bahkan membentuk Panitia Nasional Gerhana Matahari dan mengeluarkan imbauan agar masyarakat tidak keluar rumah selama gerhana berlangsung karena dikhawatirkan dapat menyebabkan kebutaan.

Fenomena alam yang masih terasa asing, ditambah dengan kebijakan ketat pemerintah, memicu rasa takut di tengah masyarakat. Dari sinilah berkembang keyakinan bahwa gerhana matahari cincin dapat berdampak fatal, termasuk terhadap ibu hamil dan kandungannya.

Seperti dilansir dari NU Online, gerhana matahari diyakini sebagian kalangan dapat menyebabkan janin lahir tidak sempurna. Dalam kepercayaan tersebut, ibu hamil bahkan dianjurkan melakukan ritual tertentu agar terhindar dari dampak buruk gerhana matahari cincin.

Beberapa tradisi yang dipercaya mampu menangkal bahaya antara lain bersembunyi di tempat yang dianggap aman seperti kolong tempat tidur, hingga menggelar tradisi liwetan atau memasak nasi lengkap dengan lauk untuk dimakan bersama-sama.

Namun, pandangan tersebut tidak didukung oleh bukti ilmiah. Hingga saat ini, tidak ada penelitian klinis yang menunjukkan hubungan antara gerhana matahari cincin atau jenis gerhana matahari lainnya dengan gangguan kesehatan janin maupun ibu hamil.

Para ilmuwan menegaskan bahwa gerhana matahari cincin merupakan fenomena astronomi murni yang tidak memengaruhi kondisi kehamilan. Ibu hamil tidak perlu merasa khawatir atau takut berlebihan saat peristiwa ini terjadi.

Satu-satunya hal yang perlu diperhatikan saat menyaksikan gerhana matahari cincin adalah keselamatan mata. Masyarakat diimbau menggunakan pelindung mata khusus agar tidak mengalami kerusakan penglihatan akibat paparan sinar matahari langsung.

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x