src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Menonton Pertandingan Bola di TV Ternyata Ganggu Kesehatan Jantung

Menonton Pertandingan Bola di TV Ternyata Ganggu Kesehatan Jantung

waktu baca 3 menit
Rabu, 8 Jul 2026 12:06 14 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO – Menonton bola di TV selama perhelatan Piala Dunia 2026 memang menjadi hiburan bagi jutaan penggemar sepak bola. Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan menonton bola di TV dapat meningkatkan tekanan pada jantung dan berdampak pada kesehatan kardiovaskular, terutama jika disertai stres emosional dan pola hidup kurang sehat.

Dilansir dari CNN Indonesia, sejumlah studi mengungkap bahwa menonton bola di TV tidak hanya memicu emosi selama pertandingan berlangsung, tetapi juga dapat memberikan tekanan pada sistem kardiovaskular yang berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Mengutip Harvard Health Publishing, banyak tenaga medis melaporkan ruang gawat darurat cenderung sepi saat pertandingan besar seperti Piala Dunia berlangsung. Namun, setelah laga usai, jumlah pasien yang datang dengan keluhan nyeri dada, sesak napas, hingga gejala lain yang berkaitan dengan gangguan jantung justru meningkat.

Kondisi tersebut diduga dipicu oleh tekanan emosional yang muncul selama pertandingan. Pada sebagian orang, respons tersebut bahkan dapat memicu serangan jantung, stroke, atau kondisi medis serius lainnya.

Temuan serupa dipublikasikan dalam Canadian Journal of Cardiology pada 2017. Penelitian itu menunjukkan bahwa menonton bola di TV mampu memberikan tekanan pada jantung yang hampir setara dengan seseorang yang ikut bertanding.

Mengutip Time, penelitian yang melibatkan 20 orang dewasa di Montreal, Kanada, tersebut mengamati perubahan denyut jantung saat peserta menyaksikan pertandingan hoki. Seluruh peserta tidak memiliki riwayat penyakit jantung sebelum penelitian dilakukan.

Sebagian peserta diminta menyaksikan pertandingan melalui siaran televisi, sedangkan peserta lainnya menonton langsung di arena pertandingan.

Hasil penelitian menunjukkan denyut jantung penonton televisi meningkat rata-rata hingga 75 persen selama pertandingan berlangsung. Sementara itu, mereka yang menyaksikan langsung di stadion mengalami peningkatan denyut jantung hingga 110 persen.

Peningkatan denyut jantung pada penonton televisi berlangsung sekitar 39 menit. Adapun penonton yang berada di arena pertandingan mengalami peningkatan selama rata-rata 72 menit.

Secara keseluruhan, denyut jantung para peserta meningkat rata-rata 92 persen sepanjang pertandingan. Lonjakan tertinggi terjadi ketika tim memperoleh peluang mencetak gol.

“Bukan hasil akhir pertandingan yang menentukan intensitas respons stres emosional, melainkan euforia yang dialami saat menyaksikan bagian-bagian pertandingan yang berintensitas tinggi,” tulis para peneliti.

Penelitian yang lebih baru diterbitkan dalam jurnal Preventive Medicine pada 2024. Hasilnya menunjukkan bahwa menonton bola di TV juga berkaitan dengan meningkatnya risiko gangguan kesehatan kardiometabolik.

“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa menonton olahraga dapat berdampak buruk pada faktor kesehatan kardiometabolik, seperti [peningkatan] BMI, hipertensi, dan diabetes,” tulis para peneliti.

Para peneliti menjelaskan bahwa dampak tersebut terutama ditemukan pada orang yang lebih sering menyaksikan pertandingan olahraga melalui televisi.

Mereka menduga kondisi itu dipengaruhi oleh kombinasi beberapa faktor, seperti munculnya emosi negatif berupa kemarahan, ketegangan, dan kecemasan yang dapat memicu peningkatan tekanan darah.

Selain itu, kebiasaan duduk dalam waktu lama serta mengonsumsi camilan berlebihan selama menonton bola di TV juga dinilai berkontribusi terhadap meningkatnya risiko gangguan kesehatan kardiometabolik.

Karena itu, masyarakat yang menikmati kemeriahan Piala Dunia 2026 disarankan tetap menjaga pola hidup sehat dengan mengimbangi aktivitas menonton pertandingan melalui olahraga rutin, membatasi konsumsi makanan tinggi kalori, serta menghindari duduk terlalu lama.

LAINNYA
x