src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Sekda Berau Dorong Gerakan Masyarakat Kelola Sampah, Dukung Percepatan Penurunan Stunting

Sekda Berau Dorong Gerakan Masyarakat Kelola Sampah, Dukung Percepatan Penurunan Stunting

waktu baca 2 menit
Selasa, 7 Jul 2026 18:03 5 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Persoalan stunting tidak bisa lagi dipandang semata-mata sebagai masalah kekurangan gizi. Pemkab Berau menilai kondisi lingkungan yang bersih dan pengelolaan sampah yang baik menjadi faktor penting dalam menciptakan generasi yang sehat dan bebas stunting.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, Muhammad Said, saat membuka kegiatan Orientasi Inovasi Gerakan Masyarakat Mandiri dalam Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat sebagai Strategi Mendukung Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Berau pada Selasa 7 Juli 2026.

“Upaya percepatan penurunan stunting harus dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai sektor, tidak hanya bidang kesehatan,” jelasnya di Ballroom Hotel Mercure Berau.

Said menjelaskan, selama ini masih banyak anggapan bahwa stunting hanya disebabkan kurangnya asupan gizi. Padahal, kualitas sanitasi lingkungan, pengelolaan sampah, ketersediaan air bersih, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat, hingga pola pengasuhan anak turut memengaruhi tumbuh kembang anak.

“Pengelolaan sampah berbasis masyarakat memiliki peran yang sangat penting. Sampah yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi sumber pencemaran lingkungan dan memicu berbagai penyakit infeksi yang pada akhirnya mengganggu penyerapan gizi anak,” ujarnya.

Karena itu, menjaga kebersihan lingkungan, lanjutnya, bukan sekadar menciptakan kawasan yang bersih dan nyaman, tetapi juga merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi Berau yang sehat dan berkualitas.

Sekda berharap kegiatan tersebut menjadi momentum memperkuat koordinasi dan komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam membangun budaya hidup bersih di tengah masyarakat. Ia juga mengajak seluruh perangkat daerah, TP PKK, camat, lurah, kepala kampung, puskesmas, kader Posyandu, dunia usaha, akademisi, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga keluarga untuk memperkuat kolaborasi dalam percepatan penurunan stunting.

Dirinya optimistis target penurunan stunting di Kabupaten Berau dapat dicapai apabila seluruh elemen masyarakat terlibat aktif.
“Penurunan stunting adalah tanggung jawab bersama. Semua pihak harus bergerak dan menjadikan kesehatan serta penanggulangan stunting sebagai prioritas,” tutupnya. (Adv38/Riska)

LAINNYA
x