src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Pasar Seharga Rp 3 Miliar Ditinggalkan Pedagang, Tiga Tahun Tak Beroperasi

Pasar Seharga Rp 3 Miliar Ditinggalkan Pedagang, Tiga Tahun Tak Beroperasi

2 minutes reading
Monday, 9 Feb 2026 19:00 107 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Bangunan pasar Desa Liang Ulu Kecamatan Kota Bangun terlihat kokoh berdiri. Konstruksi berbahan kayu ulin. Sayangnya, pasar tersebut sudah lama ditinggalkan pedagang dan pembeli. Sepi aktivitas.

‎”Terakhir ada aktivitas di pasar itu pada tahun 2022-2023 selama satu tahun,” ucap Kades Liang Ulu, Mulyadi, Senin 9 Februari 2026.

‎Mulyadi menceritakan sejarah berdirinya pasar tersebut. Seingat dia, pasar dibangun pada tahun 202 melalui anggaran Kementerian dengan anggaran yang lumayan besar. ‎”Kalau tidak salah, anggarannya tembus Rp 3 miliar,” jelasnya.

‎Berbagai upaya dilakukan pihak desa agar pasar tersebut bisa aktif seperti pedagang tidak dibebankan biaya sewa kios. Cukup membayar tagihan listrik dan air saja. Namun, pedagang tetap tidak ada yang melirik. ‎”Pedagang mengaku sepi pembeli,” tegasnya.

‎Kades mengakui, memang di wilayahnya sepi karena bukan jalur jalan protokol. Hanya mengandalkan masyarakat sekitar untuk berbelanja di pasar desa. Di desanya ada 10 RT dengan 3.000 jiwa. ‎”Itu pun sebagian warga Liang Ulu ada yang berbelanja di pasar Tambak Sari Kota Bangun Ulu,” ujarnya.

‎Dia sudah mengadukan hal ini ke Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar. Niatnya mengalihfungsikan bangunan pasar. ‎”Kami rencanakan ingin buat ruang pertemuan warga di lokasi pasar desa tersebut,” paparnya.

Plt Kadisperindag Kukar, Sayid Fathullah mengungkapkan, pasar desa adalah kewenangan pihak Pemdes. ‎”Sudah kita serahkan sepenuhnya ke pihak Desa,” jelasnya.(Andri)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x