src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Musrenbang Kecamatan Segah. (Foto: Ist) HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Bupati Berau Sri Juniarsih Mas membuka Musyawarah Rencana Pembagunan (Musrenbang) Penyusunan RKPD Tahun 2027 di Kecamatan Segah pada Senin, 9 Februari 2026. Kegiatan ini bukan sekadar mendengar daftar usulan, tetapi mengajak semua pihak menyamakan pola pikir dan langkah guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.
Menurut Sri, keterbatasan tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti bergerak. Pembangunan bukan semata soal besar kecilnya anggaran, melainkan tentang keberanian untuk bekerja bersama dan saling mendukung.
“Dengan keterbatasan yang kita miliki hari ini, bukan berarti kita berhenti. Kalau kita bergerak bersama, mimpi yang terasa mustahil bisa kita wujudkan,” ujarnya.
Musrenbang Segah mencerminkan dinamika khas wilayah pedalaman Berau. Beragam aspirasi disampaikan para kepala kampung, mulai dari persoalan air bersih, jalan rusak, pendidikan, hingga layanan kesehatan.
Semua usulan itu, menurut Sri, bukan sekadar permintaan pembangunan fisik, tetapi cerminan kebutuhan dasar manusia yang tidak bisa ditunda. Ia menyoroti kondisi jalan kampung yang kerap dianggap tidak prioritas karena keterbatasan anggaran.
Namun, dari dokumentasi dan pemaparan yang disampaikan, terlihat jelas bahwa akses jalan merupakan urat nadi kehidupan masyarakat, menjadi satu-satunya jalur keluar masuk kampung untuk pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.
“Punya anggaran atau tidak, jalan tetap kebutuhan dasar. Kita harus cari cara agar masyarakat bisa tetap merasakan hak hidup yang layak,” tegasnya.
Bupati juga mengajak perusahaan yang beroperasi di wilayah Berau untuk memperkuat peran serta mereka dalam pembangunan daerah, misalnya melalui program CSR yang berkualitas dan terfokus pada kebutuhan warga.
“Kontribusi perusahaan tidak selalu soal dana besar. Yang terpenting adalah keberpihakan dan keterlibatan nyata dalam menyelesaikan masalah bersama masyarakat,” ujarnya.
Ia menilai kolaborasi pemerintah daerah, pihak swasta, dan masyarakat merupakan strategi terbaik untuk menjawab tantangan pembangunan yang selama ini dihadapi di Kecamatan Segah.
Selain itu, Sri menegaskan pentingnya penataan tenaga kesehatan yang memadai agar masyarakat tidak lagi harus menempuh jarak jauh untuk mendapatkan pelayanan medis dasar. Di luar kebutuhan dasar, dirinya juga mendorong pemanfaatan potensi ekonomi lokal, seperti komoditas kakao unggulan yang telah dikenal hingga tingkat nasional dan internasional.
“Dukungan dari pemerintah pusat melalui perluasan kawasan kakao diharapkan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian,” pungkasnya. (Riska)