src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Polisi melakukan olah TKP kecelakaan maut di Jalan PM Noor, Samarinda, Jumat (10/7/2026), yang menewaskan seorang pengendara motor setelah terlindas truk. (Foto: Retno/Headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kecelakaan lalu lintas kembali merenggut nyawa di Jalan PM Noor, Kelurahan Sempaja Timur, Kecamatan Samarinda Utara, Jumat 10 Juli 2026. Seorang pengendara sepeda motor, Agung Anugrah Saputra (22), meninggal dunia di tempat setelah terlibat insiden tragis dengan sebuah truk di ruas jalan yang dikenal padat tersebut.
Peristiwa nahas itu terjadi sekitar pukul 14.20 WITA. Saat kejadian, korban mengendarai sepeda motor Honda Vario bernomor polisi KT 3396 BBU dan melaju searah dengan truk bernomor polisi L 8111 BAB yang dikemudikan Rogi (29).
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban diduga berusaha mendahului truk dari sisi kiri. Namun, saat manuver tersebut, sepeda motor korban terlihat sempat bergerak ke arah kiri sebelum akhirnya kehilangan keseimbangan dan terjatuh ke sisi kanan, tepat ke arah kolong truk.
Benturan keras pun tak terhindarkan. Korban terlindas roda belakang kendaraan berat tersebut dan mengalami luka fatal di lokasi kejadian. Suara tabrakan yang cukup keras sontak mengundang perhatian warga sekitar. Sejumlah warga bergegas keluar rumah dan mendatangi lokasi. Saat tiba, korban sudah dalam kondisi tergeletak di badan jalan dengan luka berat dan tidak dapat diselamatkan.
Salah seorang saksi mata, Agus, mengatakan posisi korban saat terjatuh berada di dekat roda belakang truk sebelum akhirnya terlindas. “Kalau melihat, korban itu kelindas truk. Sepeda motornya jatuh, rebahnya pas ke arah ban belakang,” ujar Agus.
Ia menambahkan, korban masih mengenakan helm saat kejadian. Namun kerasnya benturan membuat kondisinya sangat parah.
Agus juga berinisiatif menutup jasad korban menggunakan baliho untuk menghindari kerumunan warga yang merekam kejadian tersebut. “Saat itu korban pakai helm. Kurang begitu saya lihat kondisinya, karena saya buru-buru menutupi pakai baliho, pakai banner. Daripada dipost orang nanti difoto-foto,” katanya.
Menurut Agus, ruas Jalan PM Noor dikenal memiliki tingkat kepadatan lalu lintas yang tinggi. Selain dilintasi kendaraan besar, pengendara di kawasan tersebut juga kerap melaju dengan kecepatan tinggi sehingga meningkatkan risiko kecelakaan. “Wah, super padat di sini. Daerah sini rata-rata kendaraan laju-laju,” tambahnya.
Sopir truk Rogi mengaku sempat melihat sepeda motor korban berada di belakang kendaraannya sebelum kejadian. Ia menyebut saat itu sudah mengambil posisi di jalur tengah ketika korban mencoba mendahului. Korban diduga melakukan manuver ke kiri, namun kemudian kehilangan kendali hingga terjatuh ke sisi kanan dan masuk ke kolong truk.
“Dia dari tadi di belakang saya terus. Pas sampai di depan pencucian, saya sudah ambil kanan, sudah di tengah. Dia dari belakang langsung banting ke kiri. Pas di jembatan, tidak tahu ngerem atau bagaimana, langsung jatuh ke kanan, ke bawah kolong, kena ban belakang,” tuturnya.
Rogi mengaku tidak sepenuhnya menyadari momen saat korban masuk ke kolong truk karena keterbatasan pandangan dari kendaraan besar yang dikemudikannya. “Tidak tahu juga, namanya mobil panjang, jadi tidak kelihatan,” ucapnya.
Ia menambahkan, saat kejadian dirinya tengah mengemudikan truk bermuatan dari kawasan Palaran menuju Wahau.
Perwira Pengendali Pamapta I Polresta Samarinda, Ipda Mat Bahri, membenarkan insiden tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal dan keterangan saksi, kecelakaan bermula saat korban mencoba menyalip dari sisi kiri hingga akhirnya kehilangan kendali.
Lebih jauh, saat ini korban telah dievakuasi ke RSUD Abdoel Wahab Syahranie, sementara sopir truk telah diamankan oleh kepolisian untuk dimintai keterangan sebagai bagian dari proses penyelidikan.
“Pengendara roda dua menyalip dari sebelah kiri, kemudian oleng, jatuh, dan terlindas ban belakang truk, korban meninggal dunia di tempat dan telah dievakuasi ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie,” pungkas Ipda Mat Bahri. (Retno)