src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri (tengah) saat meninjau progres pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen di Jalan Stadion Utama, Palaran, Rabu (8/7/2026), menjelang pelaksanaan MPLS. (Foto: Retno/Headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda terus mempercepat penyelesaian pembangunan gedung Sekolah Rakyat permanen di Jalan Stadion Utama, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran. Upaya ini dilakukan menyusul jadwal Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang akan dimulai pada 14 Juli 2026, atau tinggal enam hari lagi dari waktu peninjauan pada Rabu 8 Juli 2026.
Wakil Wali Kota Samarinda, Saefuddin Zuhri, turun langsung meninjau kesiapan bangunan tersebut. Ia menekankan, waktu yang tersisa sangat terbatas sehingga seluruh pekerjaan harus dikejar agar sekolah bisa mulai digunakan sesuai jadwal MPLS.
Dalam peninjauan itu, ia melihat progres pembangunan terus berjalan meskipun masih terdapat beberapa bagian yang perlu diselesaikan. Pemerintah kota pun langsung melakukan evaluasi untuk memastikan seluruh kekurangan dapat segera diperbaiki sebelum hari pertama masuk sekolah.
“Progres terus dikejar. Targetnya tanggal 14 sudah mulai MPLS, jadi yang kurang harus segera diperbaiki,” ujar Saefuddin.
Sekolah Rakyat ini, kata dia, merupakan program penting yang diharapkan mampu membuka akses pendidikan lebih luas. Bahkan, Samarinda disebut menjadi daerah pertama di Kalimantan Timur yang memiliki gedung permanen Sekolah Rakyat.
Menurutnya, dukungan pemerintah pusat menjadi faktor penting dalam pembangunan ini. Kolaborasi antara Kementerian Pekerjaan Umum, Kementerian Sosial, Pemerintah Kota Samarinda, serta OPD terkait dinilai harus terus diperkuat agar program ini berjalan maksimal.
“Ini sekolah untuk masa depan anak-anak kita. Harapannya bisa jadi percontohan di Kalimantan Timur karena kayaknya kalau di Kalimantan Timur itu baru Samarinda ini ya,” katanya.
Meski demikian, dari hasil peninjauan ditemukan sejumlah catatan, terutama terkait pekerjaan konstruksi. Beberapa bagian bangunan dinilai belum rapi dan ada fasilitas yang belum terhubung secara optimal.
Dengan sisa waktu yang sangat singkat, percepatan pengerjaan menjadi hal krusial. Terlebih, pekerjaan yang tersisa didominasi pekerjaan sipil yang membutuhkan ketelitian tinggi.“Catatan tentu ada, terutama terkait pekerjaan konstruksi. Kami sudah memberi masukan kepada pihak pelaksana, agar bangunan yang belum rapi segera dirapikan dan yang belum terhubung segera diselesaikan. Mengingat MPLS dimulai tanggal 14 dan tinggal enam hari lagi, kami harapkan pelaksana bisa mempercepat penyelesaian pekerjaan,” demikian Saefuddin. (Retno)