src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kepala Dinas Sosial Kota Samarinda Isfihani. (Ningsih) HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Kepala Dinas Sosial Kota Samarinda Isfihani mengungkapkan, ada sekitar 9 ribuan masyarakat Samarinda yang masuk kategori miskin ekstrem.
“Itu data kami dari Menko-PMK (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia). Kami ambil dari sana. Jadi dari 44.524 warga miskin di Samarinda, ekstrimnya ada 9.032,” ungkapnya pada awak media usai mengikuti hearing bersama Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Rabu 11 Januari 2023.
Isfihani bahkan menegaskan bahwa data masyarakat miskin ekstrem yang diterimanya tersebut telah dilakukan kolaborasi data, bukan hanya dari Kementerian Sosial, tetapi juga melibatkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).
“Harapan kami data itu tidak benar. Tapi itu data yang kami terima dari Pak Muhadjir Effendy (Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia). Data itu juga sudah dikolaborasi teman-teman di pusat dengan Menteri Sosial dan Capil. Walaupun memang belum padu padan, karena ada 265 orang yang datanya belum padu padan. Karena kelemahannya sekarang Capil servernya ada di pusat, ” sambungnya.
Dia menyebut, kantong kemiskinan terbanyak di Samarinda berada di Kecamatan Samarinda Utara.
“Kantong kemiskinan adanya di Samarinda Utara. Tapi miskin ekstrem saya belum lihat datanya. Karena itu masuk beberapa klaster. Apakah dia nelayan, petani atau pengangguran, ” ujarnya.
Untuk itu, Dinas Sosial Samarinda akan melakukan verifikasi dan validasi data yang sesungguhnya di lapangan terkait dengan masyarakat miskin ekstrem di Samarinda.
“Kita sedang lakukan. Insyaallah kita selesaikan di tahun 2024,” pungkasnya.
Penulis : Ningsih