22.5 C
Samarinda
Thursday, December 9, 2021

Polisi Cari Keluarga Jenazah Dimakamkan dengan Protap Corona di Sumedang

Headlinekaltim.co, Sumedang – Polisi telah mengetahui nama pria yang dimakamkan dengan protokol tetap (protap) Corona di Sumedang. Namun, polisi masih berusaha untuk menghubungi keluarga yang bersangkutan.

Menurut saksi, teman sekaligus sopir Angkot jurusan Cicaheum-Cileunyi, Edi junaedi, pria tersebut merupakan temannya, bernama Agus Bulao.

“Korban ini bersama temannya berangkat dari Cicaheum, Kota Bandung bersama temannya bernama Edi. Awalnya kita tidak tahu nama korban, menurut saudara Edi korban ini bernama Agus. Pasalnya korban ini sama sekali tidak mempunyai identitas,” kata Kapolres Sumedang AKBP Dwi Indra Laksmana, saat dihubungi detik.com, Minggu (3/4/2020) malam.

Indra mengatakan, Bahwa almarhum ini sering ikut jalan naik angkot jurusan Cicaheum-Cileunyi dengan saudara Edi bahkan, menurutnya Almarhum sering tidur di dalam Angkot.

Kata Indra, menurut keterangan saksi, awalnya Sodar Edi dan Agus ini berangkat dari sekitaran Cicaheum. Sekira pukul 11.00 WIB alamarhum memakan jambu biji merah di kawan Ujung Berung. Namun sesampainya di Cileunyi almarhum pingsan.

“Begitu pingsan langsung di bawa saudara Edi ke rumah sakit AMC, Namun oleh pihak rumah sakit AMC korban tidak diterima dengan alasan adanya korban COVID-19, itu menurut keterangan saudara Edi,” ucap Indra.

Kemudian saudara Edi membawa korban ke puskesmas yang terdekat, yaitu Puskesmas Jatinangor untuk dilakukan pemeriksaan agar mengatahui lebih jelas kondisi temannya itu.

“”Mengingat kondisinya saat ini sedang COVID-19, kemudian korban di cek rapid tes di RSUD dengan hasilnya reaktif. Artinya belum tentu positif corona,” kata Indra.

Saat dilakukan pemeriksaan, pihaknya menemukan sebuah identitas dengan nama yang berbeda dengan Almarhum. Kemudian petugas dari Polsek Jatinangor menelusuri alamat yang berada pada identitas tersebut di Kota Bandung, namun saat ditemukan pemilik KTP tersebut mengaku identitas miliknya telah hilang beberapa waktu lalu.

“Saat di cek di saku korban, memang ditemukan ada KTP dan SIM C atas nama yang sama berdomisili di kota Bandung. Namun identitas tersebut tidak sesuai dengan nama korban. Kesimpulannya SIM dan KTP bukan punya korban,” jelas Indra.

Indra menyebutkan hingga malam ini belum ada pihak keluarga atau kerabat yang menghubungi korban. Maka hingga saat ini pihaknya masih melakukan pencarian terhadap keluarga korban, untuk sementara korban bukan berasal dari Sumedang.

“Sampai dengan saat ini kita konfirmasi bahwa korban bukan warga Sumedang dan kita belum bisa menghubungi pihak keluarganya. Kita masih mengupayakan secara maksimal untuk kita hubungi keluarga korban,” katanya.

Sebelumnya Jenazah seseorang pria tanpa identitas dipulasara dan dimakamkan pihak RSUD Kabupaten Sumedang menggunakan protokol COVID-19.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sumedang, Herman Suryatman mengatakan pria itu meninggal di dalam angkot. Kemudian dilakukan rapid test dengan hasil yang reaktif.

“Benar, demi kemanusiaan, tadi malam kami telah memulasara dan memakamkan jenazah yang tidak beridentitas. Sebelumnya kepada almarhum dilakukan rapid test dan hasilnya reaktif. Artinya belum tentu positif corona, tapi dipulasara dan dimakamkan sesuai dengan protokol COVID-19 SOP nya seperti itu,” kata Herman saat dihubungi detikcom, Minggu (3/5/2020). Artikel ini telah tayang di detik com

Komentar

LIHAT JUGA

- Advertisement -

TERBARU