src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Ketua PWI Kaltim Harap Gubernur Prioritaskan Vaksinasi COVID-19 Bagi Wartawan

Ketua PWI Kaltim Harap Gubernur Prioritaskan Vaksinasi COVID-19 Bagi Wartawan

waktu baca 2 menit
Selasa, 9 Feb 2021 19:45 285 Muhammad Yamin

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Di peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2021 ini, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kaltim Endro S Efendi berharap masyarakat khususnya pemerintah mendukung insan pers dalam menjalankan tugasnya.

Mengingat, peran insan pers sangat penting untuk memberikan informasi kepada masyarakat, serta membantu pemerintah dalam melakukan sosialisasi.

“Kami berharap, pers tetap mendapat dukungan oleh masyarakat, terutama pemerintah. Karena pers ini adalah pilar demokrasi ke 4. Kalau tidak ada pers, pemerintah tidak akan terbantu, ” ucapnya pada headlinekaltim.co, Selasa sore 9 Februari 2021.

Memperingati Hari Pers, Presiden RI Jokowi akan memberikan 5.000 vaksin kepada wartawan. Kebijakan ini, Endro berharap kepada Pemerintah Provinsi agar cepat menangkap arahan Presiden tersebut dan memprioritaskan Wartawan yang ada di Kaltim divaksinasi COVID-19.

“Seperti arahan Presiden, akan dilakukan vaksinasi pada wartawan, kita berharap pada Gubernur Kaltim memberikan prioritas pada wartawan untuk vaksinasi di Kaltim juga, karena kita berhadapan langsung dengan masyarakat,” katanya.

Setiap hari, wartawan, dikatakan Endro, bersentuhan dengan warga. Memang dengan jumlah 5.000 itu tidak akan mencukupi, setidaknya ada upaya dari Gubernur untuk memprioritaskan.

“Nanti kita tunggu seperti apa, kita komunikasi juga dengan Dinas Kesehatan, supaya dari 5.000 itu kita bisa dapat berapa,” ujarnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Samarinda dr Ismed Kusasih mengatakan, pihaknya siap melakukan vaksinasi COVID-19 kepada Wartawan setelah ada petunjuk teknis (Juknis).

“Nanti saya lihat. Pokoknya kita Samarinda ini mengikuti saja Juknisnya, kalau Juknisnya ada buat Wartawan, kita ayo,” katanya singkat.

Selain itu, Ketua PWI Kaltim juga berharap dukungan pemerintah, agar pers ini tetap hidup, sehingga masyarakat dapat informasi yang sesuai fakta dan berimbang.

Ia menilai, dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi saat ini, media berbasis online melesat lebih tinggi. Munculnya media sosial (Medsos) semakin mengkhawatirkan industri media konvensional. Pasalnya, dengan kemajuan teknologi dan kemudahan jangakauannya, mengalihkan perhatian masyarakat untuk meninggalkan media konvensional.

Selain itu, dengan kehadiran Medsos, informasikan menjadi tak terkendali dan yang membahayakan informasi-informasi tersebut tidak dapat diverifikasi.

“Kalau sudah dikuasai Medsos, akan berbahaya juga. Karena Medsos tidak terverifikasi, informasinya juga berbeda dengan Pers,” kata Endro, sapaan akrabnya.

Penulis: Ningsih

Editor: Amin

LAINNYA
x