src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Kata Dokter, Tinggalkan 6 Kebiasaan Buruk Ini Kalau Mau Awet Muda

Kata Dokter, Tinggalkan 6 Kebiasaan Buruk Ini Kalau Mau Awet Muda

2 minutes reading
Thursday, 23 Apr 2026 10:31 2 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO – Gaya hidup sehat menjadi kunci penting untuk menjaga penampilan dan kualitas hidup. Tanpa disadari, sejumlah kebiasaan sehari-hari justru mempercepat proses penuaan. Dilansir dari CNN Indonesia, para ahli kesehatan menekankan bahwa menjaga awet muda tidak hanya bergantung pada produk perawatan kulit, tetapi juga perubahan gaya hidup, khususnya dengan meninggalkan kebiasaan buruk yang berdampak pada kesehatan jangka panjang.

Konsep yang kini banyak disorot adalah healthspan, yakni masa hidup dengan kondisi kesehatan optimal. Untuk mencapainya, perubahan kebiasaan menjadi faktor utama.

Salah satu kebiasaan yang perlu dihindari adalah duduk terlalu lama. Dokter holistik Jennifer Chung menyebutkan, kebiasaan duduk lebih dari 10–11 jam per hari atau menatap layar lebih dari 5–6 jam meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, bahkan pada orang yang rutin berolahraga.

“Studi menunjukkan, total waktu duduk lebih dari 10-11 jam sehari atau waktu menatap layar lebih dari 5-6 jam sehari secara signifikan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, bahkan pada individu yang berolahraga secara teratur,” ujarnya.

Selain itu, stres kronis juga berperan besar dalam mempercepat penuaan. Ahli bedah rekonstruksi Pablo Prichard menjelaskan bahwa stres berkepanjangan membuat kadar kortisol tetap tinggi, yang berdampak pada penurunan massa otot hingga gangguan sistem imun.

“Stres yang berkelanjutan membuat kadar kortisol tetap tinggi, yang mempercepat hilangnya massa otot, resistansi insulin, disfungsi imun, bahkan penuaan kulit,” katanya.

Kebiasaan lain yang tak kalah penting adalah kurang tidur. Dokter sekaligus peneliti demensia Julia Cooney menyebut kurang tidur dapat meningkatkan risiko kematian hingga 15 persen karena tubuh kehilangan waktu untuk melakukan proses perbaikan.

Tak hanya itu, tidur tanpa membersihkan riasan juga berdampak buruk pada kulit. Ahli neuroradiologi Kavin Mistry menjelaskan bahwa pori-pori yang tersumbat akan menghambat proses regenerasi kulit saat tidur.

“Selama tidur nyenyak, kulit Anda melakukan pekerjaan perbaikan yang paling intensif. Jika permukaan kulit tersumbat, proses pembaruan terganggu, yang menyebabkan kulit kusam, peradangan, dan tanda-tanda penuaan dini,” ujarnya.

Dehidrasi kronis juga menjadi faktor yang sering diabaikan. Kondisi ini dapat memengaruhi fungsi otak, menurunkan konsentrasi, hingga mempercepat penuaan jaringan tubuh.

Selain itu, penggunaan headphone dalam waktu lama turut berdampak pada kesehatan, seperti kelelahan pendengaran, gangguan fokus, hingga masalah postur tubuh.

Dengan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan tersebut, masyarakat tidak hanya dapat memperpanjang usia, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup dan menjaga penampilan tetap awet muda.

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x