src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Pertolongan Pertama Gigitan Ular yang Wajib Diketahui

Pertolongan Pertama Gigitan Ular yang Wajib Diketahui

2 minutes reading
Tuesday, 28 Apr 2026 13:48 1 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO – Kasus pertolongan pertama gigitan ular masih menjadi perhatian di berbagai daerah, termasuk di Sendawar, karena minimnya pemahaman masyarakat dalam menangani kondisi darurat ini.

Dilansir dari RRI, penanganan awal yang tidak tepat sering kali memperburuk kondisi korban gigitan ular, terutama karena kepanikan dapat mempercepat penyebaran racun dalam tubuh.

Langkah awal yang harus dilakukan adalah menjaga ketenangan dan membatasi pergerakan korban. Aktivitas berlebih dapat mempercepat aliran darah, sehingga racun menyebar lebih cepat. Selain itu, aksesori atau pakaian ketat di sekitar area gigitan perlu segera dilepas karena berpotensi menimbulkan pembengkakan.

Posisi bagian tubuh yang tergigit juga disarankan berada lebih rendah dari jantung guna membantu memperlambat penyebaran racun dalam tubuh.

Tahap berikutnya adalah melakukan imobilisasi atau menjaga bagian tubuh yang tergigit tetap tidak bergerak, mirip seperti penanganan pada patah tulang. Penyangga sederhana seperti kayu atau kardus dapat digunakan untuk membantu menahan posisi.

Jika gigitan terjadi di kaki, korban tidak dianjurkan berjalan sendiri dan sebaiknya dibantu menuju tempat aman. Luka juga dapat dibersihkan menggunakan air mengalir dan sabun, namun harus dilakukan dengan hati-hati tanpa menggosok terlalu keras.

Langkah paling krusial adalah segera membawa korban ke fasilitas kesehatan terdekat. Penanganan medis melalui pemberian serum anti bisa ular menjadi satu-satunya metode efektif untuk menetralisir racun.

Menurut referensi dari Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, kecepatan penanganan sangat menentukan peluang keselamatan korban serta mencegah komplikasi serius.

Selain itu, jika memungkinkan, korban atau pendamping dapat mencatat waktu kejadian serta ciri-ciri ular yang menggigit, seperti warna atau bentuk tubuhnya. Informasi tersebut akan membantu tenaga medis dalam menentukan jenis serum yang tepat. Namun, masyarakat diimbau tidak mencoba menangkap ular karena berisiko tinggi.

Ada pula sejumlah tindakan yang harus dihindari karena justru membahayakan, seperti mengikat luka terlalu kencang, menyayat atau memotong luka, menyedot racun dengan mulut, hingga memberikan alkohol atau kopi. Metode tersebut tidak terbukti efektif dan dapat memperparah kondisi korban.

Segera cari pertolongan medis apabila muncul gejala serius seperti pembengkakan hebat, nyeri intens, luka melepuh, gangguan penglihatan, sesak napas, atau muntah. Penanganan cepat dengan serum anti bisa ular menjadi kunci utama untuk menyelamatkan nyawa korban gigitan ular berbisa.

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x