src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Momen perpisahan seorang anak dengan ayahnya yang akan berangkat guna melaksanakan ibadah haji 2026. (Foto: RRI Samarinda/Afriani) HEADLINEKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Momen jemaah haji Balikpapan 2026 berlangsung penuh haru saat ratusan calon haji dilepas menuju Tanah Suci pada Senin, 27 April 2026. Dilansir dari RRI, sebanyak 360 jemaah haji asal Kota Balikpapan yang tergabung dalam Kloter 2 resmi dilepas keluarga di Masjid Madinatul Iman sebelum diberangkatkan ke Asrama Haji Batakan.
Prosesi pelepasan berlangsung khidmat dengan dihadiri perwakilan pemerintah daerah. Para jemaah dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Madinah melalui Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan pada Selasa, 28 April 2026 malam.
Dalam kesempatan tersebut, Asisten II Sekretariat Daerah Kota Balikpapan, Andi Muhammad Yusri Amri, yang mewakili Wali Kota Balikpapan, menekankan pentingnya kesiapan fisik dan mental bagi seluruh jemaah selama menjalankan ibadah.
Ia juga mengingatkan agar para jemaah menjaga komunikasi yang baik serta mengikuti arahan petugas pendamping demi kelancaran selama berada di Tanah Suci.
“Kami menitipkan doa kepada Bapak dan Ibu sekalian untuk keselamatan Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Indonesia, hingga dunia agar selalu dalam lindungan Allah SWT. Manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk fokus beribadah di Tanah Suci,” ujarnya saat membacakan sambutan Wali Kota.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Republik Indonesia Kalimantan Timur, Mohlis Hasan, menjelaskan bahwa masa tinggal satu hari di embarkasi bertujuan memberi waktu istirahat optimal sebelum perjalanan panjang.
Namun, ia menegaskan bahwa keberangkatan tetap bergantung pada hasil pemeriksaan kesehatan tahap akhir oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan.
“Kondisi fisik prima adalah kewajiban. Kami belajar dari Kloter 1 asal Samarinda, di mana seorang jemaah harus menunda keberangkatan karena terdeteksi hamil pada pemeriksaan akhir. Hal sekecil apa pun, seperti tekanan darah tinggi, dapat menjadi faktor penunda demi keselamatan,” jelasnya.
Selama masa karantina di Asrama Haji Batakan, para jemaah menerima sejumlah dokumen penting, seperti paspor, visa, kartu Nusuk terbaru, serta uang saku. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Bankaltimtara juga memberikan bantuan berupa buku tabungan senilai Rp900.000 untuk setiap jemaah dan Rp1.350.000 bagi petugas pendamping.
Salah satu jemaah, Nur Alim, yang juga menjabat sebagai Ketua Rombongan 3, mengaku bersyukur setelah menunggu lebih dari satu dekade untuk bisa berangkat ke Tanah Suci.
“Alhamdulillah, doa kami akhirnya terkabul. Secara pribadi, saya akan berdoa agar ketertiban lalu lintas di Balikpapan semakin baik. Harapan kami, seluruh rombongan diberikan kelancaran, keselamatan, dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur,” ucapnya.
Suasana haru yang menyelimuti pelepasan ini menjadi penanda awal perjalanan spiritual ratusan jemaah, yang diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan lancar hingga kembali ke tanah air.