Beranda DPRD Kaltim Komisi II DPRD Kaltim Gelar RDP dengan PT Ketenagalistrikan Kaltim

Komisi II DPRD Kaltim Gelar RDP dengan PT Ketenagalistrikan Kaltim

Ketua Komisi II DPRD Kaltim, Veridiana Huraq Wang.
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Rapat Dengar Pendapat (RDP) digelar antara Komisi II DPRD Kaltim dan PT Ketenagalistrikan Kalimantan Timur (Perseroda). Agenda pembahasan adalah usulan penyertaan modal senilai Rp 100 miliar yang diajukan oleh perusahaan daerah Kaltim tersebut.

Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi II, Veridiana Huraq Wang dan dihadiri oleh anggota Komisi II dan Direktur Utama PT Ketenagalistrikan Kaltim, Abdurrahman Chered pada Selasa 20 Oktober 2020 di lantai 3 Gedung D, DPRD Kaltim.

Veridiana mengatakan rapat ini untuk memperjelas usulan penambahan modal dari PT Ketenagalistrikan Kaltim. “Mengingat PT Ketenagalistrikan ini adalah Perseroda yang juga di dalam Perseroda itu ada pemerintah dan legislatif, jadi usulan yang diajukan oleh PT Ketenagalistrikan untuk penyertaan modal, kami ingin mendengarkannya langsung dari jajaran direksi,” ucapnya pada awak media usai memimpin RDP.

Advertisement

Veridiana mengungkapkan, usulan penambahan modal pada PT Ketenagalistrikan Kaltim tersebut untuk digunakan pada bisnis baru yang dikembangkan oleh PT Ketenagalistrikan Kaltim.

“Yang tadi mungkin disampaikan direktur, diantaranya yaitu PLTB Biogas pengolahan limbah kelapa sawit di Maloy. Kedua penggunaan listrik PLTS ROOFTOP yaitu dengan menggunakan energi panas matahari,” kata dia.

PT Ketenagalistrikan Kaltim, lanjut Veridiana, juga akan memasang sebanyak 200 titik panel listrik tenaga surya di beberapa Kantor OPD Kaltim.

Dia berharap, dengan pemasangan listrik energi matahari tersebut akan membawa efek kepercayaan dari masyarakat untuk turut serta menggunakannya.

“Ada dukungan dari regulasinya dari pemerintah, yaitu anjuran kepada Kepala SKPD untuk menggunakan listrik tenaga matahari. Mudah-mudahan ini menjadi pilot project ke depan, sehingga bisa menyakinkan banyak pihak pemasangan listrik ini,” ujar legislatif dari Fraksi PDIP ini.

Dia membantah pengajuan penyertaan modal Rp 100 miliar dari PT Ketenagalistrikan Kaltim untuk PT Cahaya Fajar Kaltim.

“Mereka mengajukan Rp 100 miliar setelah kami rapat mendengarkan penjelasan. Jadi, bukan untuk menambah saham di PT Cahaya Fajar Kaltim. Yang selama ini, kita sudah masuk saham kurang lebih Rp 96 miliar. Kalau yang diajukan ini adalah untuk bisnis baru tadi,” katanya.

Dalam pembahasan RDP tersebut, Komisi II juga meminta penjelasan terkait cash flow yang akan diterima jika nilai yang diusulkan disetujui.

“Kami minta juga cash flow dengan bisnis ini. Bagaimana cash flow-nya untuk¬† PAD. Kita lihat, kalau ini bisa berjalan mulus, PAD kita lumayan. Dengan Rp 100 miliar, kita bisa mendapatkan PAD sebesar Rp 4 miliar dalam setahun, kalau itu berjalan,” pungkasnya.¬† (ADV)

Penulis: Ningsih

Komentar
Advertisement