Beranda BUMI ETAM Balitbangda Kaltim Dijatah Rp 8 Miliar, Ini Fokus Riset pada 2021

Balitbangda Kaltim Dijatah Rp 8 Miliar, Ini Fokus Riset pada 2021

Kepala Balitbangda Kaltim Abdullah Sani. (foto: istimewa)
Advertisement

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Badan Pengembangan dan Penelitian Daerah (Balitbangda) Kaltim berkomitmen memberikan manfaat riset yang sebesar-besarnya bagi pembangunan daerah.

Untuk membuktikan komitmen tersebut, Balitbangda Kaltim akan melakukan riset atau penelitian terkait pemanfaatan sumber daya alam  yang berpotensi menambah pendapatan asli daerah (PAD) di tahun 2021.

“Balitbangda dikatakan sebagai lembaga yang bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi pembangunan daerah. Prioritas kami tahun 2021 akan melakukan penelitian yang menyangkut bagaimana bisa memperoleh PAD dari SDA yang ada,” ucap Kepala Balitbangda Kaltim, Abdullah Sani, pada Senin 26 Oktober 2020.

Advertisement

Tidak hanya melakukan penelitian. Abdullah Sani juga mengatakan pihaknya akan membangun instalasi radiator dengan memanfaatkan sinar gamma yang bekerjasama pihak ketiga. “Pemanfaatan sinar gamma ini untuk sains, sterilisasi dan pengawetan yang bisa dimanfaatkan oleh SDA yang banyak ini,” katanya.

“Insyaallah akan kita kerjasamakan, kita tindaklanjuti dengan Batan, kita coba bangun di PPU karena PPU sedang menyiapkan lahan 20 hektare,” sambungnya.

Sedangkan untuk pengembangan penelitian radiator, dia memastikan Kalimantan Timur dapat lebih maju karena kaya sumber daya alam. Diantaranya pemanfaatan sumber daya alam menjadi tenaga listrik, yang kemudian dikoneksikan dengan pembangunan di kabupaten/kota untuk menyiapkan Ibu Kota Negara (IKN).

“Ke depan kita lebih fokus pada hal tersebut termasuk dalam pembangunan sains center di Kaltim hingga kita dapat memanfaatkan SDA dan hasil penelitian yang kita buat,” katanya.

Disinggung soal anggaran untuk penelitian tersebut, Abdullah Sani menyebut ada Rp 8 miliar yang telah disetujui. Walaupun anggaran tersebut minim, kata dia, tapi Balitbangda akan melaksanakan tugas sesuai Tupoksi.

“Anggaran yang disepakati Rp 8 miliar, kecil sekali sebenarnya, namanya riset itu nggak ada yang murah. Ke depan kita lebih bagus. Yang penting program yang kita usulkan bisa terealisasi sehingga bisa melaksanakan. Prinsip saya satu, dalam melaksanakan tugas adalah tertib administrasi, tertib aturan dan pelaksanaan,” pungkasnya.

Penulis: Ningsih

Komentar
Advertisement