src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Cuaca Ekstrem di Selat Makassar, Hasil Nelayan Manggar Balikpapan Anjlok 50 Persen

Cuaca Ekstrem di Selat Makassar, Hasil Nelayan Manggar Balikpapan Anjlok 50 Persen

2 minutes reading
Friday, 24 Apr 2026 12:00 2 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, BALIKPAPAN – Kondisi cuaca buruk berdampak besar pada aktivitas melaut dan pasokan ikan di pasar. Dilansir dari RRI, cuaca ekstrem yang melanda perairan Selat Makassar sejak awal tahun 2026 memberikan dampak signifikan bagi nelayan pancing di wilayah Manggar, Balikpapan. Angin kencang yang terus terjadi membuat hasil tangkapan ikan menurun drastis hingga lebih dari 50 persen dibandingkan periode normal.

Salah satu nelayan, La Nawa, menyebut kondisi saat ini jauh berbeda dibandingkan tahun sebelumnya. Ia mengungkapkan, hasil tangkapan yang biasanya mencapai 2 hingga 3 ton sekali melaut, kini sulit didapatkan.

“Tahun ini angin sangat kencang. Biasanya kami panen, tapi sekarang untuk mendapat hasil yang maksimal sangat susah. Semua tergantung rezeki masing-masing di tengah kondisi alam seperti ini,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).

Penurunan hasil tangkapan tersebut berdampak langsung pada harga ikan di pasaran. Ikan kakap kini dijual di kisaran Rp70.000 hingga Rp75.000 per kilogram, sementara ikan terakulu berada di harga Rp60.000 hingga Rp65.000 per kilogram.

Adapun ikan berukuran kecil seperti katombong dan layang masih relatif stabil di kisaran Rp30.000 hingga Rp35.000 per kilogram.

Meski kondisi cuaca tidak bersahabat dan biaya operasional meningkat, sekitar 25 kapal pancing di Manggar tetap nekat melaut hingga ke wilayah Ujung Pandang demi memenuhi kebutuhan hidup.

“Kalau tidak melaut, bagaimana mau belanja beras untuk keperluan rumah tangga? Bagaimanapun caranya, kami harus tetap turun ke laut,” kata La Nawa.

Para nelayan pun hanya bisa berharap kondisi cuaca segera membaik agar aktivitas melaut kembali normal.

“Cuaca itu ciptaan Tuhan, tidak bisa diubah. Kami hanya bisa menunggu angin turun, muat es, lalu berangkat lagi,” ucapnya.

Sementara itu, pedagang ikan di Pasar Klandasan, Haris, mengungkapkan harga ikan sempat melonjak tinggi beberapa waktu lalu akibat gelombang besar. Namun kini, harga mulai mengalami penurunan sekitar Rp3.000 hingga Rp5.000 per kilogram untuk beberapa jenis ikan.

“Kalau kemarin habis (gelombang tinggi), naiknya drastis. Penyebabnya ya dasarnya ada gelombang besar. Alhamdulillah, sekarang harga ikan sudah agak ada sedikit penurunan,” ujarnya.

Saat ini, harga ikan bandeng mencapai Rp40.000 per kilogram, sementara ikan tongkol berkisar Rp30.000 dan tuna dijual antara Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram.

Haris juga menyebut jumlah pembeli cenderung menurun, yang menurutnya kerap terjadi saat memasuki musim haji.

Meski demikian, para pedagang berharap pasokan ikan segera kembali normal agar harga lebih stabil dan minat pembeli meningkat.

banner pemkab berau baru
LAINNYA
x