Beranda Berita Kutai Timur Positif COVID-19, Kasmidi ‘Hadir’ di Pendaftaran Calon ke KPU Kutim secara Virtual

Positif COVID-19, Kasmidi ‘Hadir’ di Pendaftaran Calon ke KPU Kutim secara Virtual

Positif COVID-19, Kasmidi 'Hadir' di Pendaftaran Calon ke KPU Kutim secara Virtual - headlinekaltim.co
Plt Bupati Kutim Kasmidi Bulang kala mengikuti pendaftaran pasangan calon ke KPU Kutim secara virtual. (FOTO: istimewa)

HEADLINEKALTIM.CO, SANGATA – Terkonfirmasi positif COVID-19, Plt Bupati Kutai Timur Kasmidi Bulang tak bisa hadir langsung saat mendaftar sebagai pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati untuk Pilkada 2020 ke KPU setempat.

Namun, dia hadir secara virtual saat pasangannya, calon bupati, Ardiansyah Sulaiman, mendaftarkan pasangan ini didampingi jajaran Parpol pengusung, Sabtu 5 September 2020.

Diketahui, Kasmidi menjadi calon wakil bupati berpasangan dengan Ardiansyah Sulaiman. Sebelum hadir secara virtual dalam proses pendaftaran, Kasmdi berpidato di depan pendukung di kediamannya dengan mematuhi protokol kesehatan.

“Saya tidak bisa hadir ke KPU. Kemarin saya cek swab, ternyata saya konfirmasi positif. Jadi saya jaga jarak. Semoga, hasil karantina mandiri bisa berjalan baik, saya kuat berkat support kita semua,” ujar Kasmidi di kediamannya Jl. Poros Sangatta-Bontang, Kecamatan Sangatta Selatan.

Advertisement

Diketahui, Plt Bupati Kutim H Kasmidi Bulang, pada Jumat 4 September 2020 terkonfirmasi COVID-19, usai melakukan tes swab fasilitas TCM (Tes Cepat Molekuler) di RSUD Kudungga.

Informasi ini dibenarkan Kepala Dinas Kesehatan Kutim dr Bahrani, Sabtu 5 Septrmber 2020.

“Terkait Plt Bupati Kutim H Kasmidi Bulang yang diberitakan terkonfirmasi positif COVID-19, memang benar,” ungkap Bahrani.

Bahrani mengungkapkan, pada hari Senin 31 Agustus 2020, Kasmidi bencana bepergian ke Tenggarong sehingga melakukan rapid test dan hasil waktu itu non-reaktif.

Kasmidi bersama rombongan berangkat menuju Tenggarong. Kemudian hari Selasa 1 September 2020 bertemu dengan Sultan Kutai Kartanegara ing Martadipura. Setelah dari Tenggarong, malamnya menginap di Samarinda.

Baca Juga  Tak Bisa Masuk, Mahasiswa Kutim Jebol Pintu Dewan

Lalu keesokan harinya, Rabu 2 September 2020 melanjutkan perjalanan ke Jakarta dan Kamis 3 September 2020 pulang ke Sangatta.

Karena persyaratan KPU untuk pendaftaran Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kutim dalam Pilkada, sambung Bahrani, maka pada Jumat kemarin, Plt Bupati melakukan tes swab di RSUD Kudungga. Hasilnya terkonfirmasi positif COVID-19.

“Sejak disampaikan terkonfirmasi, maka kami (Dinkes) menyampaikan ke beliau untuk menjaga jarak. Kemudian menjalankan protokol kesehatan terhadap tim beliau. Karena kita tahu dengan kesibukan sekarang akan banyak pertemuan-pertemuan. Maka dari itu kami sampaikan untuk menjaga betul prokes. Kalau tidak penting, beliau harus isolasi mandiri, menjaga jarak dan makan dengan peralatan sendiri,” jelas mantan Direktur RSUD Kudungga Sangatta ini, dilansir dari laman prokutaitimurkab.go.id.

Terkait informasi itu, maka Dinkes Kutim, melakukan tracing terhadap orang-orang yang melakukan kontak erat dengan Plt Bupati Kasmidi.

Kepada masyarakat yang kebetulan melakukan kontak erat dan suspek agar segera melapor ke Dinkes Kutim. Untuk ditindak lanjuti pemeriksaan swab.

Adapun kriteria kontak erat menurut Bahrani, yakni, pertama ada kontak fisik, baik salaman (bersentuhan) dan lainnya. Kedua, berkumpul di suatu ruang dengan jarak maksimal 1 meter, selama kurang lebih 15 menit.

“Bagi yang melakukan kontak erat diharapkan segera melapor. Jika ada gejala suspek, seperti batuk, pilek demam, hilang penciuman, sesak dan lainnya yang mengarah ke COVID-19, silahkan segera melaporkan diri agar ditindaklanjuti sesuai kriteria. Kalau perlu akan ditindaklanjuti dengan swab,” pintanya.

Baca Juga  Satu Komisioner Terpapar COVID-19, Tahapan Pilkada Kutim Tak Terpengaruh

Kondisi Kasmidi, kata Bahrani, cukup baik. Juga telah melakukan konsultasi dan diperiksa oleh dokter paru-paru. Dari hasil pemeriksaannya saat ini masih baik.

Pihaknya akan terus memantau kondisi Plt Bupati sehingga bisa segera sembuh. “Hanya saja karena potensi penularan, maka beliau wajib isolasi mandiri. Kalaupun ada pertemuan dengan tim karena tahap pencalonan beliau untuk maju kembali, maka protokol kesehatan harus benar-benar dijaga,” tegas Bahrani.

Saran Bahrani, kalaupun harus ada pertemuan, harus ada ruang tersendiri agar Kasmidi menjaga jarak dengan yang lain. Ruangan itu tidak boleh dimasuki oleh orang lain, begitu juga sebaliknya. Harus menjaga jarak minimal 2 meter. Akan lebih baik jika dilakukan secara virtual. (*)

Penulis: redaksi headlinekaltim.co.

Komentar