src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Puluhan kelompok peserta dari berbagai jenjang pendidikan hingga majelis taklim memadati kawasan depan Masjid Agung Baitul Hikmah pada Selasa, 16 Juni 2026. Sebanyak 34 peserta ambil bagian dalam Pawai Gema Hijriah yang secara resmi dilepas oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas.
Beragam kreasi yang ditampilkan peserta menambah semarak peringatan Tahun Baru Islam di Bumi Batiwakkal. Sri menegaskan bahwa peringatan 1 Muharram bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki kualitas diri.
Menurutnya, makna hijrah harus dimaknai lebih luas sebagai perubahan menuju kehidupan yang lebih baik. Semangat hijrah bukan hanya perpindahan secara fisik, tetapi juga perubahan sikap, perilaku, dan pola pikir ke arah yang lebih positif.
“Momentum ini harus menjadi pengingat bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat akhlak, serta memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” jelasnya.
Sri mengajak masyarakat meneladani perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa hijrah sebagai inspirasi untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan. Semangat tersebut dinilai relevan untuk diterapkan dalam kehidupan pribadi, keluarga, maupun dalam membangun kebersamaan di tengah masyarakat.
Ia turut mengapresiasi tingginya antusiasme peserta yang berpartisipasi dalam Pawai Gema Hijriah. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana syiar Islam, tetapi juga mempererat ukhuwah Islamiyah serta menumbuhkan semangat persatuan dan kebersamaan di Kabupaten Berau. Hal ini juga mengingatkan masyarakat akan pentingnya semangat perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.
“Semoga kegiatan ini dapat memperkuat nilai-nilai keislaman sekaligus mempererat tali silaturahmi antarmasyarakat,” pungkasnya. (Adv11/Riska)