src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Ilustrasi berbuka puasa. (Foto oleh Thirdman dari Pexels)HEADLINEKALTIM.CO – Tahun Baru Islam atau 1 Muharram 1447 Hijriah diperingati pada Jumat, 27 Juni 2025, sesuai penetapan Kalender Hijriah Indonesia yang dirilis Kementerian Agama RI. Pergantian tahun dari 1446 ke 1447 H ini menjadi momentum penting bagi umat Islam untuk melakukan refleksi spiritual dan memperkuat keimanan.
Dalam kalender Islam, bulan Muharram termasuk salah satu dari bulan-bulan yang dimuliakan. Rasulullah SAW menyebut puasa di bulan ini sebagai puasa yang paling utama setelah Ramadhan.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعدَ الفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ. (رواه مسلم)
Artinya: Dari Abu Hurairah RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, yakni Muharram. Dan shalat yang paling utama setelah shalat fardhu adalah shalat malam.” (HR Muslim)
Dari banyak ibadah yang disunnahkan di bulan ini, puasa Tasua dan Asyura menjadi dua momentum paling dianjurkan. Kedua hari tersebut memiliki nilai sejarah dan spiritual yang tinggi bagi umat Muslim.
Berdasarkan data Kalender Hijriah 2025:
Kedua hari ini menjadi waktu yang sangat dianjurkan untuk menunaikan puasa sunnah, baik sebagai bentuk ibadah maupun untuk mengenang peristiwa penting dalam sejarah Islam, seperti keselamatan Nabi Musa AS dan kaumnya dari kejaran Firaun.
Jadwal Penting di Bulan Muharram 1447 H:
Tiga hari tersebut bukan sekadar tanggal dalam kalender Islam. Mereka adalah momen penuh makna yang selayaknya dipersiapkan dengan baik oleh umat Muslim, mulai dari niat hingga pelaksanaan ibadah.
Artikel Asli baca di antaranews.com
Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya