src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Bupati Sri Juniarsih. (Riska/headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas menegaskan bahwa pelestarian hutan bukan hanya menjadi upaya menjaga keseimbangan lingkungan, tetapi juga telah berkembang menjadi sumber ekonomi baru yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Berbagai produk unggulan berbasis hasil hutan, mulai dari madu hutan hingga produk herbal dan kerajinan lokal, dinilai memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan warga jika dikelola secara berkelanjutan.
“Berau saat ini memiliki posisi strategis sebagai daerah penghasil karbon yang memperoleh manfaat dari skema perdagangan karbon,” jelasnya.
Pendapatan tersebut, kata dia, turut dirasakan masyarakat melalui penyaluran insentif kepada puluhan kampung dan kelurahan yang berperan menjaga kelestarian hutan. Sri menyebut keberadaan hutan yang tetap terjaga menjadi habitat alami lebah hutan penghasil madu berkualitas.
Menurutnya, menjaga ekosistem berarti menjaga keberlangsungan produksi hasil hutan yang bernilai ekonomi tinggi tanpa harus mengeksploitasi alam. Lebah hutan bisa hidup dengan tenang sehingga menghasilkan madu yang benar-benar asli.
“Kita bisa memanfaatkan hasil hutannya tanpa harus merusak lingkungan. Inilah pentingnya menjaga hutan, karena di dalamnya banyak kehidupan yang memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, madu hutan Berau kini tidak hanya dipasarkan dalam bentuk produk mentah, tetapi juga mulai dikembangkan dengan kemasan premium agar memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
Selain madu hutan, Sri Juniarsih juga memperlihatkan berbagai produk unggulan daerah lainnya seperti sarang semut serta beragam kerajinan lokal yang telah dikemas secara modern. Menurutnya, peningkatan kualitas kemasan menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing produk UMKM Berau.
“Produk-produk Berau sekarang sudah memiliki kemasan yang premium. Ini menunjukkan bahwa hasil alam kita tidak hanya berkualitas, tetapi juga siap dipasarkan dengan nilai jual yang lebih tinggi,” katanya.
Ia berharap masyarakat terus menjaga kelestarian hutan sebagai aset utama daerah. Selain memberikan manfaat ekologis, hutan juga menjadi fondasi lahirnya berbagai komoditas unggulan yang mampu menggerakkan ekonomi lokal, mendukung pariwisata.
“Sekaligus memperkuat posisi Berau sebagai daerah yang mengedepankan pembangunan berkelanjutan,” pungkasnya. (Adv71/Riska)