src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Penyaluran bantuan pangan beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026 di Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda. (Foto: Retno/Headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Sebanyak 1.491 penerima manfaat di Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, mendapatkan bantuan pangan beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026. Penyaluran bantuan berlangsung di Kantor Kelurahan Loa Bakung, Jalan Jakarta, Kecamatan Sungai Kunjang, Selasa, 22 September 2026. Kegiatan tersebut dihadiri Anggota Komisi VI DPR RI Daerah Pemilihan Kalimantan Timur (Dapil Kaltim), Syarifah Suraidah, bersama jajaran Perum Bulog Kanwil Kaltim-Kaltara.
Syarifah mengatakan kehadirannya dalam kegiatan tersebut untuk memastikan bantuan pemerintah dapat diterima langsung oleh masyarakat, khususnya warga Loa Bakung yang menjadi penerima manfaat. “Kehadiran saya di sini ingin memastikan bahwa perhatian negara benar-benar sampai ke tangan masyarakat semua, khususnya yang ada di Kota Samarinda dan lebih khusus warga Lowok Bakung,” kata Syarifah dalam sambutannya.
Bantuan pangan yang disalurkan melalui Perum Bulog menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok. Bantuan tersebut diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran rumah tangga sekaligus mendukung ketahanan pangan.
“Bantuan ini merupakan wujud kepedulian pemerintah melalui Perum Bulog agar kebutuhan dasar terjaga, beban menjadi sedikit lebih ringan dan ketahanan pangan kita tetap kokoh,” ujarnya.
Syarifah menyampaikan, berdasarkan data yang diterimanya, jumlah penerima bantuan pangan di Kota Samarinda mencapai 54.636 Penerima Bantuan Pangan (PBP). Sementara secara keseluruhan di Kalimantan Timur terdapat 272.550 orang. Ia juga mengapresiasi Perum Bulog beserta jajaran yang menjalankan penyaluran bantuan pangan di wilayah Kaltim. Dikatakannya, keberadaan stok pangan perlu terus dijaga agar kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Tak hanya memastikan bantuan tersalurkan, Syarifah juga menyebut dirinya ingin mendengar langsung kondisi dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Masukan tersebut, kata dia, akan menjadi bahan dalam menjalankan fungsi sebagai anggota Komisi VI DPR RI, khususnya dalam mengawal kebijakan ketahanan pangan di Kalimantan Timur.
“Bapak, Ibu, suara Anda menjadi masukan berharga bagi saya di DPR RI yang berada di Komisi VI untuk menyempurnakan kebijakan ketahanan pangan, khususnya di wilayah Kalimantan Timur,” tuturnya.
Syarifah berharap bantuan yang diterima masyarakat dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia juga meminta jajaran Bulog memastikan proses penyaluran berjalan tepat sasaran. “Sekali lagi, kepada semua penerima manfaat, semoga bantuan ini bisa membantu meringankan beban sehari-hari. Tetap semangat, saling bantu dan jaga kebersamaan kita,” pungkasnya.
Kepala Perum Bulog Kanwil Kaltim-Kaltara Musazdin Said menjelaskan, bantuan yang disalurkan di Loa Bakung merupakan bantuan pangan untuk tiga alokasi sekaligus, yakni Juli, Agustus, dan September. Dari jumlah penerima yang mencapai 1.491 orang, total bantuan beras untuk tiga alokasi tersebut sekitar 43 ton.
“Ini mereka menerima bantuan pangan ini sebanyak 1.491 kepala keluarga atau penerima manfaat. Ini untuk konversi ke berasnya karena tiga alokasi kurang lebih sekitar 43 ton, yang akan kami salurkan beberapa hari ke depannya,” jelas Musazdin.
Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat. Dengan menerima bantuan beras, masyarakat yang sebelumnya harus mengalokasikan uang untuk membeli beras dapat menggunakan sebagian dananya untuk memenuhi kebutuhan pangan lainnya. “Kami harap bantuan pangan ini dapat dimanfaatkan oleh penerima karena memang ini adalah dalam rangka untuk menjaga daya beli,” katanya.
Musazdin juga menjelaskan, bantuan pangan tersebut diharapkan turut menjaga harga beras di pasaran. Menurutnya, ketika kebutuhan beras masyarakat terbantu melalui bantuan pemerintah, tekanan permintaan terhadap pembelian beras di pasar dapat ikut terjaga.
Namun, ia mengingatkan agar bantuan yang diterima masyarakat tidak diperjualbelikan. Beras tersebut ditujukan untuk dikonsumsi oleh penerima manfaat. “Harapan kami kepada masyarakat adalah bahwa bantuan ini tidak untuk dijual tetapi untuk dikonsumsi seperti memang yang ada tertera di sini tidak untuk diperjualbelikan,” tegas Musazdin.
Selain penyaluran bantuan pangan, kegiatan di Loa Bakung juga dirangkaikan dengan penyerahan simbolis beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kepada 10 mitra sebagai bagian dari upaya menjaga pasokan dan harga beras di daerah.
Ditambahkannya, penyaluran bantuan pangan di Samarinda sendiri dilakukan secara bertahap dan tidak serentak. Proses tersebut telah berjalan sejak pertengahan Agustus dengan sejumlah wilayah diprioritaskan terlebih dahulu.
Hingga pelaksanaan kegiatan di Loa Bakung, distribusi bantuan pangan di Samarinda disebut telah mencapai sekitar 60 persen dari total penerima. Bulog masih melanjutkan proses penyaluran untuk menyelesaikan seluruh alokasi bantuan tersebut.
“Ini berproses terus. Mohon doanya mudah-mudahan kita bisa selesaikan di bulan September atau nanti ada perpanjangan lagi kita coba mintakan,” demikian Musazdin. (Retno)