src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Kondisi Sungai Mahakam yang masih surut akibat kekeringan panjang di Kota Samarinda. (Foto: Retno/Headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA—Kondisi Sungai Mahakam yang masih dalam kondisi surut membuat aktivitas kapal masih harus menyesuaikan keadaan alur. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Samarinda hingga saat ini belum mencabut imbauan kepada pengguna jasa, termasuk meminta pelayaran ditunda apabila kondisi sungai tidak memungkinkan kapal bergerak dengan aman.
Kepala Seksi Penjagaan, Patroli dan Penyidikan KSOP Kelas I Samarinda, Capt. Syahrun Asis, mengatakan penyusutan muka air Mahakam telah terlihat sejak beberapa bulan terakhir. Sejumlah bagian sungai bahkan mengalami kondisi yang cukup kering sehingga menjadi pertimbangan bagi kapal sebelum melakukan pergerakan.
Dengan kondisi tersebut, KSOP Kelas I Samarinda menerbitkan Surat Edaran Nomor AL.308/4/31/KSOP.SMD/2026 tertanggal 18 Agustus 2026. Surat tersebut masih berlaku hingga saat ini karena kondisi Sungai Mahakam masih surut. Dalam surat itu, pengguna jasa diminta meningkatkan kewaspadaan karena penurunan muka air dapat memengaruhi kedalaman alur pelayaran, terutama pada lokasi yang mengalami pendangkalan, penyempitan, tikungan maupun perubahan dasar sungai. Pemilik dan operator kapal juga diminta menyesuaikan jumlah serta distribusi muatan dengan kondisi alur dan kemampuan kapal.
Imbauan tersebut juga menekankan agar kapal tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi kedalaman sungai tidak memungkinkan untuk dilalui secara aman. Langkah ini diperlukan untuk mengurangi risiko kapal kandas maupun gangguan terhadap lalu lintas pelayaran.
Kata Syahrun, keputusan untuk tetap berlayar harus melihat kondisi aktual di lapangan. Jika alur tidak memungkinkan, pelayaran diminta ditunda daripada memaksakan kapal bergerak dalam kondisi yang berisiko. “Jika memang tidak memungkinkan untuk melakukan pergerakan atau pelayaran, maka harap supaya ditunda. Jangan memaksakan kegiatan demi keselamatan kita bersama. Sampai sekarang surat edaran itu masih berlaku karena kondisi Sungai Mahakam masih surut,” ujar Syahrun, Kamis, 17 September 2026.
Imbauan mengenai kondisi sungai tersebut berjalan bersamaan dengan kewaspadaan terhadap jarak pandang. Dalam dua hari terakhir, Syahrun menyebut kabut asap mulai meningkat di sekitar Samarinda. Situasi itu membuat KSOP menyampaikan informasi kepada para nakhoda yang melintas di Sungai Mahakam dan wilayah sekitarnya. Penyampaian informasi dilakukan melalui koordinasi dengan asosiasi pelayaran agar para pengguna alur mengetahui kondisi terbaru sebelum melakukan perjalanan.
Pihaknya, lanjut Syahrun, telah bekerja sama dengan Indonesia National Shipowners’ Association (INSA) dan Indonesian Shipping Agents Association (ISAA) untuk meneruskan informasi tersebut kepada para nakhoda. “Kemarin kami sudah kerja sama dengan asosiasi INSA dan ISAA untuk menginformasikan kepada seluruh nakhoda kapal yang berlayar Sungai Mahakam atau sekitarnya agar supaya berhati-hati,” katanya.
Selain menyampaikan imbauan kepada nakhoda, KSOP juga berkoordinasi dengan Pelindo untuk mengantisipasi aktivitas di pelabuhan apabila kondisi di lapangan sudah sangat terbatas. Pelayanan tertentu tidak akan dipaksakan apabila situasi justru dapat membahayakan keselamatan pelayaran. “Termasuk kami juga kerja sama dengan Pelindo untuk tidak melayani pengolongan jika memang kondisi sangat terbatas dan membahayakan untuk keselamatan pelayaran,” demikian Capt. Syahrun Asis. (Retno)