src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Semua Siswa di Berau Belajar dari Rumah pada 18-19 September 2026

Semua Siswa di Berau Belajar dari Rumah pada 18-19 September 2026

waktu baca 2 menit
Jumat, 18 Sep 2026 14:12 18 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Memburuknya kualitas udara akibat kabut asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mendorong Dinas Pendidikan Kabupaten Berau mengambil langkah pencegahan terhadap dampaknya bagi peserta didik. Pembelajaran tatap muka penuh untuk sementara dialihkan menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau Belajar Dari Rumah (BDR).

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Berau, Mardiatul Idalisah, mengatakan kebijakan tersebut diberlakukan sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, serta tenaga kependidikan di tengah kondisi udara yang belum membaik. “Dengan kondisi kualitas udara saat ini, kita perlu mengambil langkah untuk melindungi anak-anak dan seluruh warga satuan pendidikan. Karena itu, pembelajaran untuk sementara dilaksanakan dari rumah,” ujarnya.

Mardiatul menjelaskan, BDR berlaku efektif pada 18-19 September 2026 bagi seluruh satuan pendidikan PAUD, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK, hingga SLB, baik negeri maupun swasta se-Kabupaten Berau.

Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil pengamatan kondisi kabut asap serta data prakiraan partikulat PM2.5 Kabupaten Berau pada 17 September 2026. Berdasarkan pemantauan BMKG, konsentrasi PM2.5 di Berau mencapai 81,8 µg/m³ dan masuk kategori tidak sehat.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena paparan partikulat udara dapat berisiko mengganggu kesehatan masyarakat, terutama kelompok yang beraktivitas di luar ruangan. Menurutnya, pengalihan pembelajaran bukan berarti menghentikan kegiatan pendidikan. Proses belajar tetap harus berjalan dengan menyesuaikan situasi dan kondisi yang ada.

“Pendidikan tetap berjalan, tetapi kesehatan dan keselamatan anak-anak juga harus menjadi prioritas. Kita menyesuaikan pelaksanaan pembelajaran dengan kondisi lingkungan saat ini,” katanya.

Ia menambahkan, pelaksanaan BDR akan terus dikaji dan dievaluasi berdasarkan perkembangan kualitas udara dan kondisi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kabupaten Berau.

Dengan demikian, kebijakan pembelajaran dari rumah tersebut bersifat menyesuaikan perkembangan kondisi udara. Jika kualitas udara membaik dan dinilai aman untuk aktivitas pembelajaran tatap muka, pelaksanaan pembelajaran akan kembali dievaluasi. “Saya juga mengharapkan dukungan orang tua dalam mendampingi anak selama BDR, sehingga perubahan pola pembelajaran sementara ini tetap dapat berjalan efektif,” demikian Mardiatul. (Riska)

LAINNYA
x