src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Pemprov Kaltim Siapkan Rp380 Miliar Tangani Banjir, Targetkan 3.000 Hektare Genangan Surut hingga 2030

Pemprov Kaltim Siapkan Rp380 Miliar Tangani Banjir, Targetkan 3.000 Hektare Genangan Surut hingga 2030

waktu baca 3 menit
Jumat, 13 Jun 2025 10:55 309 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan komitmennya dalam menanggulangi banjir secara menyeluruh di seluruh wilayah, dengan target ambisius mengurangi genangan seluas 3.000 hektare pada tahun 2030. Komitmen itu disampaikan langsung oleh Wakil Gubernur Kaltim, H. Seno Aji dalam forum group discussion (FGD) tentang pengelolaan daerah aliran sungai (DAS) di Samarinda, Kamis (12/6/2025).

Di tengah kritik publik yang menilai lambatnya penanganan banjir, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim tampil dengan data dan strategi nyata, menyatakan bahwa penanganan banjir bukan hanya retorika, melainkan agenda prioritas dengan dukungan anggaran besar dan pendekatan lintas sektor.

Menanggapi persepsi negatif dari sebagian masyarakat, Seno Aji menegaskan bahwa Pemprov Kaltim bekerja secara konkret. “Kami ingin masyarakat tahu bahwa kami bekerja. Anggaran Rp380 miliar disiapkan untuk pengurangan genangan. Drainase juga ditangani, termasuk yang tidak dikelola kabupaten/kota,” tegasnya.

Hingga pertengahan 2025 ini, sekitar 68 persen sistem drainase di wilayah Kaltim telah diaktifkan dan ditingkatkan fungsinya. Bahkan, Pemprov Kaltim turun langsung membantu penanganan drainase di daerah-daerah yang terkendala anggaran daerah, terutama di kawasan padat penduduk dan rawan banjir.

Dalam upaya pengendalian banjir, Kota Samarinda menjadi titik fokus utama rehabilitasi sungai. Sungai-sungai strategis seperti Karang Asam Besar, Karang Asam Kecil, hingga Sungai Loa Hui akan dinormalisasi. Untuk setiap wilayah sungai, Pemprov menyiapkan anggaran awal sebesar Rp5 miliar.

“Tapi ke depan perlu pembesaran anggaran agar pekerjaan bisa rampung maksimal dalam lima tahun,” jelas Seno Aji, memberi sinyal bahwa alokasi dana akan terus disesuaikan dengan urgensi dan skala masalah.

Penanganan banjir juga terintegrasi dengan pembangunan jaringan irigasi teknis di kawasan pertanian. Tujuannya tidak hanya untuk mengendalikan limpasan air hujan, tetapi juga untuk mendukung program swasembada pangan Kalimantan Timur yang ditargetkan tercapai pada tahun 2027.

Pembangunan irigasi menjadi langkah strategis yang menggabungkan solusi pengendalian banjir dengan penguatan ketahanan pangan, terutama di wilayah-wilayah hinterland yang memiliki lahan pertanian produktif.

Pemprov Kaltim juga tak luput memperhatikan kawasan pesisir. Penanganan pantai kritis sepanjang 7,3 kilometer menjadi prioritas, dengan alokasi anggaran Rp355 miliar. Program ini tak hanya bertujuan menghambat abrasi, tetapi juga menjadi benteng alami untuk pengendalian banjir di wilayah pesisir.

Ini menjadi bukti bahwa pendekatan yang diambil tidak sekadar berorientasi daratan tengah kota, tetapi juga wilayah pesisir yang sering luput dari sorotan.

Dalam kerangka tata kelola sumber daya air, Pemprov Kaltim juga merancang skema penyediaan air baku dengan mengalirkan air dari danau dan sungai ke kota-kota besar seperti Samarinda dan Balikpapan, serta kabupaten lainnya. Langkah ini akan mendukung keberlanjutan sumber air bersih sekaligus mengurangi tekanan terhadap sungai-sungai yang rawan meluap.

Dalam pelaksanaannya, Pemprov mengacu pada Peraturan Gubernur yang telah mengatur prioritas wilayah sungai, termasuk Mahakam, Karangan, Berokelai, dan Kendilo sebagai DAS strategis yang harus dikelola secara khusus.

Strategi pengendalian banjir ini mencakup wilayah luas dari Berau, Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Bontang, hingga Samarinda. Setiap kabupaten dan kota mendapat porsi penanganan berdasarkan kondisi geografis, pola aliran air, dan urgensi banjir yang dialami masyarakat.

Langkah lintas wilayah ini menunjukkan pendekatan holistik Pemprov Kaltim dalam mengatasi banjir, sekaligus menghindari penanganan sektoral yang selama ini kerap menjadi kendala dalam menyelesaikan persoalan genangan air.

Artikel Asli baca di rri.co.id

 

Berita Terkini di Ujung Jari Anda! Ikuti Saluran WhatsApp Headline Kaltim untuk selalu up-to-date dengan berita terbaru dan Temukan berita populer lainnya

LAINNYA
x