src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Pelni Balikpapan Bantah Narasi Ribuan Penumpang Terlantar

Pelni Balikpapan Bantah Narasi Ribuan Penumpang Terlantar

waktu baca 2 menit
Sabtu, 18 Jul 2026 17:47 19 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO,BALIKPAPAN–Beredar narasi di media sosial soal ribuan penumpang terlantar saat keberangkatan KM Bukit Siguntang, pada tanggal 16 Juli 2026. Namun hal ini dibantah Kepala Cabang Pelni Balikpapan, Juni Samsudin.

Dia menyatakan tidak ada penumpang yang sudah memegang tiket perjalanan gagal berangkat. KM Bukit Siguntang mengangkut sekitar 1.700 penumpang yang seluruhnya telah memiliki tiket sesuai manifes. Sementara sekitar 1.000 orang lainnya yang berada di area pelabuhan belum mengantongi tiket sehingga tidak diperkenankan naik ke kapal.”Perlu kami luruskan, tidak ada penumpang terlantar. Yang ada adalah calon penumpang yang belum memiliki tiket. Karena sesuai aturan, mereka tidak bisa kami izinkan naik ke kapal,” ujar Juni.

Ditegaskannya, kapal tetap diberangkatkan sesuai jadwal operasional (On Time Performance/OTP). KM Bukit Siguntang lepas sandar sekitar pukul 09.10 WITA menuju Parepare, Makassar hingga Maumere tanpa kendala terhadap penumpang yang telah memiliki tiket.

Menurut Juni, sebagian besar calon penumpang yang belum bertiket merupakan pekerja dari kawasan perkebunan sawit yang hendak kembali ke daerah asal, khususnya wilayah Nusa Tenggara Timur.

Pelni pun mengimbau masyarakat agar membeli tiket lebih awal melalui aplikasi Pelni Mobile, situs resmi Pelni, maupun kanal penjualan resmi lainnya untuk menghindari kehabisan tiket saat musim ramai.

Menanggapi isu maraknya calo tiket yang turut mencuat dalam pemberitaan sebelumnya, Juni memastikan Pelni telah menerapkan sistem pembelian yang lebih ketat. Pembelian tiket secara langsung di loket hanya dilayani kepada calon penumpang yang bersangkutan sehingga meminimalkan praktik percaloan.

“Kami terus memperketat sistem penjualan tiket agar tidak dimanfaatkan oleh calo. Karena itu kami minta penumpang membeli tiket sendiri, baik melalui loket maupun aplikasi resmi,” jelasnya.

Kemudahan pembelian tiket secara digital juga diakui oleh salah seorang calon penumpang tujuan Parepare, Tirza. Ia mengaku lebih sering memanfaatkan aplikasi maupun website Pelni ketika tidak sempat datang ke loket. “Kalau tidak sempat ke kantor Pelni, saya beli lewat aplikasi atau website. Lebih mudah,” ujarnya.

Dengan klarifikasi tersebut, Pelni Balikpapan menegaskan informasi mengenai ribuan penumpang terlantar tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Aktivitas keberangkatan KM Bukit Siguntang berlangsung normal, sementara calon penumpang yang belum memiliki tiket memang tidak diperbolehkan naik demi keselamatan dan kepatuhan terhadap prosedur pelayaran. (iwan)

LAINNYA
x