src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Area rooftop Pasar Pagi Samarinda yang akan dikembangkan menjadi ruang kafe dengan konsep terbuka dan view Sungai Mahakam, sebagai upaya menghidupkan kembali aktivitas pasar. (Foto: Retno/Headlinekaltim.co)HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA – Pemerintah Kota Samarinda terus mencari cara untuk menghidupkan kembali aktivitas di Pasar Pagi agar lebih ramai dikunjungi masyarakat. Berbagai upaya dilakukan, mulai dari penataan pedagang hingga penambahan konsep baru yang dinilai lebih menarik, khususnya bagi generasi muda.
Asisten II Bidang Pembangunan dan Perekonomian Sekretariat Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengatakan pemerintah melalui Dinas Perdagangan saat ini fokus mendorong pemanfaatan lapak secara optimal.
Para pemilik tempat usaha diminta segera menggunakan ruang yang tersedia agar pasar tidak terlihat kosong dan tetap memiliki daya tarik bagi pengunjung. Ia menilai, lapak yang dibiarkan tidak terpakai justru memberi kesan sepi dan berdampak pada aktivitas ekonomi di dalam pasar. “Kalau cuma disimpan begitu tidak menarik perhatian orang karena kosong, kemudian PAD juga turun gitu lah karena tidak dimanfaatkan,” ujar Marnabas, Sabtu 18 Juli 2026.
Selain penataan di area utama pasar, pemerintah juga menyiapkan langkah inovatif dengan memanfaatkan area rooftop sebagai ruang publik baru. Konsep yang diusung adalah menghadirkan kafe di bagian atas gedung, dengan keunggulan pemandangan langsung ke Sungai Mahakam. Gagasan ini diharapkan mampu memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung sekaligus menambah daya tarik Pasar Pagi.
Menurut Marnabas, potensi rooftop ini cukup besar karena didukung desain bangunan yang memang sudah dirancang sejak awal. Akses menuju lantai atas juga telah disiapkan melalui fasilitas lift, sehingga memudahkan pengunjung untuk menjangkau area tersebut, terutama saat malam hari ketika aktivitas kuliner biasanya meningkat.
“Saya sudah ajukan ke Pak Wali supaya rooftop-nya nanti itu bisa kita manfaatkan untuk kafe, karena itu kan luar biasa itu pemandangannya view-nya ke Sungai Mahakam, pelan-pelan memang kita manfaatkan ya,” tuturnya.
Kehadiran kafe di rooftop diharapkan mampu menarik minat anak muda sekaligus menciptakan suasana baru di kawasan Pasar Pagi. Dengan adanya aktivitas tambahan di malam hari, pasar tidak hanya hidup di siang hari, tetapi juga memiliki geliat ekonomi yang lebih berkelanjutan dan menjangkau segmen pengunjung yang lebih luas.
Lebih lanjut, sektor kuliner dinilai menjadi salah satu penyumbang signifikan terhadap pendapatan asli daerah. Aktivitas makan dan minum yang terus berkembang, terutama pada malam hari, membuka peluang besar bagi pemerintah untuk meningkatkan pemasukan sekaligus menggerakkan ekonomi lokal.
“Memang sekarang ini sektor makan minum luar biasa, itu yang paling berkontribusi terhadap peningkatan PAD,” jelasnya.
“Hasil dari pemaparan Bapenda, yang paling berkontribusi besar terhadap peningkatan PAD itu adalah kafe-kafe. Rupanya makan minum ini luar biasa nih. Mereka targetnya itu melebihi seratus persen sudah, baru masuk semester 2,” ungkapnya.
Marnabas optimis dengan kombinasi penataan pasar dan pengembangan konsep rooftop, Pasar Pagi Samarinda dapat kembali menjadi pusat aktivitas masyarakat yang ramai dan diminati berbagai kalangan.
Upaya ini diharapkan tidak hanya menghidupkan kembali fungsi pasar, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara bertahap. “Kita berharap karena kan memang luar biasa nih masyarakat kalau di malam-malam hari itu waduh penuh kuliner-kuliner itu. Nah, rupanya itu berkontribusi besar terhadap pendapatan asli daerah kita dan kita dorong terus ini,” tukas Marnabas. (Retno)