src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Reruntuhan bangunan sarang walet yang terdampak karhutla dan roboh hingga menewaskan si pemilik. (ist)HEADLINEKALTIM.CO,TENGGARONG — Seorang pemilik sarang burung walet, RM, ditemukan tewas setelah tertimpa reruntuhan bangunan sarang waletnya yang terbakar di RT 05, Desa Tanjung Limau, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Selasa (22/9/2026).
Kejadian tersebut diceritakan oleh Akbar, kerabat sekaligus saksi mata peristiwa itu. Menurut Akbar, korban mendatangi bangunan sarang waletnya yang berada tak jauh dari lahan yang tengah terbakar.
Saat berusaha mendekat ke lokasi, Akbar mendapati bangunan sarang walet milik RM sudah ikut terbakar meskipun api di sekitar lokasi saat itu sudah padam. Ia sempat mencari keberadaan RM di sekitar bangunan, tetapi tidak menemukannya.
Kecurigaan muncul setelah Akbar mendengar suara reruntuhan bangunan yang ambruk di sisi kiri sarang walet tersebut. Setelah diperiksa, ia menemukan korban di dalam reruntuhan, dalam posisi terlentang di atas tumpukan batu bata yang masih panas akibat kebakaran.
Akbar bersama Saharuddin kemudian mengevakuasi korban yang sudah tidak bernyawa. Korban ditemukan mengalami luka bakar di sejumlah bagian tubuh, termasuk wajah dan kepala. Pihak keluarga memutuskan menolak permintaan autopsi terhadap jenazah korban dan telah mengikhlaskan kejadian tersebut.
Berdasarkan data Pos Pemadam Kebakaran Muara Badak, petugas telah melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Tanjung Limau sejak Minggu 20 September 2026. (Andri)