src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js">
Temu Nasional Penggiat ke-2 Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di aula DPRD Kukar, dihadiri Wakil Ketua DPRD Kukar Abdul Rasid. (Istimewa)HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG – Wakil Ketua DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) Abdul Rasid menyatakan dukungan terhadap keberadaan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) untuk memperkuat literasi di daerah. Dukungan itu disampaikan saat ia menghadiri Temu Nasional Penggiat TBM ke-2 di ruang serbaguna Sekretariat DPRD Kukar, Tenggarong, Sabtu 7 November 2026. Rasid didampingi Sekretaris DPRD (Sekwan) Kukar Lukman. “Kami mendukung temu nasional TBM ini. Peserta dari berbagai daerah hadir di Kukar,” ujar Rasid.
Acara tersebut diikuti 154 penggiat TBM dari Sumatera Barat hingga Papua. Dalam kesempatan itu, Rasid mengenang masa kecilnya yang minim akses buku. Menurut dia, kondisi saat ini jauh lebih baik karena buku lebih mudah didapat. “Saya sudah mulai menanamkan kebiasaan membaca kepada anak. Setiap ke Samarinda, saya usahakan membeli buku,” katanya.
Rasid menambahkan, belajar tidak hanya bergantung pada buku. Anak juga perlu belajar langsung dari lingkungan dan alam, misalnya dengan diajak ke ruang terbuka untuk berinteraksi dan mengenal kehidupan. Ia menegaskan akan mendorong pemerintah daerah agar lebih memperhatikan TBM.
“Saya sangat mendukung hadirnya TBM di Kukar. Kami akan mendorong pemerintah memberi perhatian kepada TBM agar kesempatan membaca bagi masyarakat semakin merata,” tuturnya.
Perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK), Bayu Cahyoadi, menilai penulis berperan penting dalam melestarikan kebudayaan. Menurut dia, Indonesia masih membutuhkan banyak penulis untuk mencatat dan mendokumentasikan kebudayaan agar semakin dikenal masyarakat luas.
“Diskusi di Temu Nasional ke-2 TBM ini sangat bagus. TBM menyediakan tempat membaca, ruang berekspresi, dan menumbuhkan kreativitas demi mendokumentasikan budaya lokal,” ucap Bayu.
Hasil diskusi menyimpulkan perlunya kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, lembaga kebudayaan, dan komunitas. Pemerataan akses membaca dinilai penting diwujudkan karena penguatan budaya literasi membutuhkan dukungan semua pihak. (Andri/Advertorial)