src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Insentif Guru Menyesuaikan Keuangan Daerah

Insentif Guru Menyesuaikan Keuangan Daerah

waktu baca 2 menit
Senin, 22 Mar 2021 16:54 779 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TENGGARONG– Besaran insentif guru di Kabupaten Kutai Kartanegara bisa naik bisa turun, menyesuaikan kemampuan keuangan Daerah. Saat ini, insentif guru di Kukar masih terbilang tinggi jika dibandingkan dengan daerah lainnya di Kaltim.

“Seperti guru di Tabang, pernah menerima insentif tembus Rp 4 juta per bulannya,” jelas Kabid SD Disdikbud Kukar, Tulus Sutopo, Senin 22 Maret 2021.

Karena kondisi keuangan Kukar sedang alami penurunan, kemungkinan besaran insentif akan menyesuaikan. Besaran insentif guru dipertimbangkan jarak terjauh dari kabupaten. Semakin jauh kecamatannya, semakin besar insentif guru.

Sayangnya, beberapa guru mengeluh karena besaran insentif yang diterima lebih rendah dari guru SMA dan SMK yang menjadi kewenangan Pemprov Kaltim. Bahkan, ada guru berniat alih status ke guru SMA.

Soal ini, Tulus menanggapi dingin. Dia minta para guru tersebut berpikir ulang. Sebab, persyaratan bisa jadi lebih susah.

“Bakal ada kesulitan terkait penyesuaian kode sertifikasi gurunya, dari guru SD ke SMA,” jelas Tulus.

Selain itu, bakal ada lagi penyesuaian kode mata pelajaran. Contohnya, guru SD mata pelajaran umum, jika pindah menjadi guru SMA, maka bakal ada penyesuaian menjadi guru mata pelajaran.

Jika besaran insentif guru di SMA lebih besar, bagi Tulus, sangat wajar karena besaran pembagian jumlah gurunya lebih sedikit.

“SMA dan SMK di Kukar ada 54 sekolah, sedangkan jumlah SD di Kukar mencapai 504 sekolah negeri dan swasta. Jumlah gurunya jadi lebih banyak, ” paparnya.

Penulis: Andri
Editor: MH Amal

LAINNYA
x