src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> AS Bakal Potong Pajak Hadiah Piala Dunia untuk Spanyol hingga Rp 268 M, Tuai Kecaman

AS Bakal Potong Pajak Hadiah Piala Dunia untuk Spanyol hingga Rp 268 M, Tuai Kecaman

waktu baca 2 menit
Kamis, 23 Jul 2026 09:45 15 gleadis

HEADLINEKALTIM.CO – Hadiah juara Piala Dunia 2026 yang diterima Timnas Spanyol terancam tidak diterima secara penuh. Hadiah senilai 50 juta dollar AS atau sekitar Rp895 miliar berpotensi dipotong pajak federal Amerika Serikat (AS) hingga 30 persen karena turnamen berlangsung di wilayah AS, bersama Kanada dan Meksiko.

Dilansir dari Kompas.com, potensi pemotongan tersebut dilakukan oleh Internal Revenue Service (IRS), otoritas pajak federal AS. Jika dikenakan tarif maksimal, pajak yang harus dibayarkan mencapai sekitar 15 juta dollar AS atau setara Rp268 miliar.

Tak hanya hadiah untuk juara, seluruh tim peserta yang menjalani pertandingan di wilayah Amerika Serikat juga berpotensi memiliki kewajiban pajak atas pendapatan yang diperoleh selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026.

Laporan Fox News menyebut total hadiah yang disiapkan FIFA untuk Piala Dunia 2026 mencapai 871 juta dollar AS atau sekitar Rp15 triliun. Dari jumlah tersebut, sekitar 655 juta dollar AS dialokasikan berdasarkan capaian prestasi masing-masing tim sepanjang turnamen.

Kewajiban perpajakan itu tidak hanya menyasar para pemain. Mengutip Hindustan Times yang merujuk laporan MarketWatch, aturan serupa juga berlaku bagi pelatih, staf tim, hingga wasit yang memperoleh penghasilan selama bertugas di Amerika Serikat.

Selain hadiah dari FIFA, pemain juga berpotensi menerima pemasukan dari berbagai sumber lain, seperti kontrak sponsor, kerja sama iklan, penampilan komersial, maupun aktivitas promosi yang berkaitan dengan Piala Dunia. Pendapatan tersebut juga dapat menjadi objek pajak sesuai lokasi penghasilannya.

Senior Manager KPMG Washington National Tax Practice, Rob Fagan, menjelaskan bahwa Piala Dunia termasuk ajang olahraga dengan sistem perpajakan yang sangat kompleks karena melibatkan berbagai aturan lintas negara dan perjanjian perpajakan internasional.

Meski Amerika Serikat memiliki perjanjian pajak dengan Spanyol, besaran pajak yang akhirnya dibayarkan tetap bergantung pada sejumlah faktor. Salah satunya adalah mekanisme pembagian hadiah yang dilakukan federasi sepak bola nasional kepada pemain, pelatih, maupun staf.

Rencana pemotongan pajak hingga 30 persen itu memicu kritik dari sejumlah anggota Kongres Amerika Serikat.

Anggota DPR dari Partai Republik, Tim Burchett, menilai tarif tersebut terlalu tinggi dan berpotensi memberikan citra yang kurang baik bagi Amerika Serikat sebagai tuan rumah berbagai ajang olahraga internasional.

Menurutnya, pemerintah seharusnya mendorong atlet dan wisatawan asing datang serta membelanjakan uang mereka di AS, bukan justru membebani mereka dengan tarif pajak yang besar.

Pandangan serupa disampaikan anggota DPR dari Partai Demokrat, Jonathan Jackson. Ia menilai potensi pemotongan pajak tersebut menunjukkan persoalan yang lebih luas dalam sistem perpajakan Amerika Serikat.

Sementara itu, anggota DPR dari Partai Republik, Burgess Owens, juga menganggap tarif pajak sebesar 30 persen terlalu tinggi.

LAINNYA
x