src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Lewat Pendampingan PT Berau Coal, Kampung Inaran Sukses Deklarasikan STBM Pertama di Berau

Lewat Pendampingan PT Berau Coal, Kampung Inaran Sukses Deklarasikan STBM Pertama di Berau

waktu baca 3 menit
Rabu, 22 Jul 2026 20:01 267 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Kampung Inaran, Kecamatan Sambaliung, mencatat sejarah baru dengan menjadi kampung pertama di Kabupaten Berau yang berhasil menuntaskan lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) pada Selasa, 21 Juli 2026. Pencapaian tersebut dideklarasikan bertepatan dengan pelaksanaan Festival Budaya Neppa Pade, tradisi syukur pascapanen masyarakat Dayak Lebo, sekaligus peringatan Hari Jadi ke-258 Kampung Inaran.

Festival Neppa Pade tidak hanya menjadi ruang menjaga warisan budaya leluhur, tetapi juga menjadi panggung apresiasi atas keberhasilan masyarakat Inaran membangun pola hidup bersih dan sehat secara berkelanjutan. Kegiatan tersebut mendapat dukungan penuh dari PT Berau Coal sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian budaya lokal sekaligus mendukung peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui program pemberdayaan.

Asisten III Sekretariat Kabupaten Berau, Maulidiyah, berharap keberhasilan Kampung Inaran dapat menjadi inspirasi bagi kampung dan kelurahan lainnya di Kabupaten Berau. “Kami berharap komitmen terhadap Sanitasi Total Berbasis Masyarakat ini terus dipertahankan dan Kampung Inaran menjadi contoh bagi kampung maupun kelurahan lainnya,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi peran PT Berau Coal yang selama ini konsisten mendampingi kampung binaannya hingga berhasil mencapai deklarasi STBM. “Terima kasih kepada PT Berau Coal yang telah memberikan dukungan penuh kepada Kampung Inaran. Semoga pembinaan ini terus berlanjut dan bisa diterapkan juga di kampung-kampung binaan lainnya,” ungkapnya.

Community Relations Manager PT Berau Coal, Muhammad Sulaiman, menjelaskan keberhasilan tersebut merupakan hasil pendampingan yang telah dilakukan perusahaan bersama pemerintah sejak 2015. Menurutnya, Kampung Inaran menjadi satu-satunya kampung di Kabupaten Berau yang telah memenuhi seluruh lima pilar STBM, yakni stop buang air besar sembarangan, cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah rumah tangga, serta pengelolaan limbah cair rumah tangga.

PT Berau Coal telah menyalurkan berbagai bantuan infrastruktur sanitasi, meliputi sekitar 80 unit jamban sehat, 60 unit tong sampah, pembangunan Water Treatment Plant (WTP) beserta sarana pendukungnya, serta 26 unit Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) rumah tangga. “Harapannya masyarakat dapat bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan dan menerapkan pola hidup sehat secara berkelanjutan,” ucapnya.

Sebagai bentuk apresiasi atas Hari Ulang Tahun Kampung Inaran ke-258 sekaligus keberhasilan menjadi kampung pertama yang mendeklarasikan STBM di Berau, PT Berau Coal juga menyerahkan 10 unit tenda UMKM untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Berau, Lamlay Sarie, menyebut pencapaian Kampung Inaran merupakan tonggak penting bagi program kesehatan lingkungan di Kabupaten Berau. Dari total 110 kampung/ kelurahan di Berau, Inaran menjadi pionir yang berhasil mendeklarasikan STBM secara menyeluruh.

“Meski merupakan kampung yang relatif kecil, semangat masyarakat dan aparat kampung sangat luar biasa dalam mengimplementasikan STBM. Ini membuktikan bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh besar kecilnya wilayah, tetapi oleh komitmen bersama,” jelasnya.

Ia menambahkan, konsep STBM bukan hanya berbicara tentang menghentikan praktik buang air besar sembarangan atau kebiasaan mencuci tangan, tetapi juga mencakup pengelolaan air minum, sampah rumah tangga, hingga limbah cair sebagai bagian dari standar hidup sehat yang diterapkan di negara-negara maju.

Kepala Kampung Inaran, Amirullah, mengatakan Festival Neppa Pade merupakan tradisi tahunan masyarakat Dayak Lebo sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang melimpah. Tradisi tersebut telah rutin diselenggarakan sejak 2014.

Ia mengungkapkan, perjalanan menuju deklarasi STBM tidak lepas dari pendampingan PT Berau Coal yang dimulai sejak pengembangan akses air bersih, pengelolaan sampah, hingga pembangunan sistem sanitasi.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada PT Berau Coal yang terus mendampingi Kampung Inaran. Dukungan tersebut membawa kami hingga berhasil mendeklarasikan STBM pada tahun 2026. Semoga sinergi ini terus berlanjut untuk kemajuan kampung,” tutupnya. (Adv/Riska)

 

WhatsApp
Berita Terkini, Ikuti Saluran WhatsApp headlinekaltim.co

Gabung

LAINNYA
x