src="https://news.google.com/swg/js/v1/swg-basic.js"> Bulog Berencana Bangun Gudang Baru di Mahulu, Kubar, Kutim, dan Bontang pada Tahun Depan

Bulog Berencana Bangun Gudang Baru di Mahulu, Kubar, Kutim, dan Bontang pada Tahun Depan

waktu baca 2 menit
Selasa, 22 Sep 2026 20:21 27 huldi amal

HEADLINEKALTIM.CO, SAMARINDA — Selama ini, seluruh pasokan beras Bulog untuk wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) hanya bertumpu pada satu gudang utama di Karang Asam Ulu, Samarinda. Kondisi ini membuat proses distribusi ke daerah-daerah yang jaraknya jauh dari ibu kota provinsi kerap memakan waktu dan biaya lebih besar.

Menjawab persoalan ini, Perum Bulog Kantor Wilayah Kalimantan Timur-Kalimantan Utara (Kaltim-Kaltara) tengah menyiapkan rencana pembangunan sejumlah gudang baru di beberapa kabupaten/kota.

Kepala Perum Bulog Kanwil Kaltim-Kaltara, Musazdin Said, mengungkap rencana pendirian gudang baru ini akan menyasar empat wilayah, yakni Kabupaten Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Timur, dan Kota Bontang. Meski begitu, ia menegaskan realisasinya kemungkinan baru bisa dimulai tahun depan.

“Dalam rangka adanya pemerataan stok utamanya di Samarinda, kami berencana ada hibah untuk rencana pendirian gudang yang ada di Kabupaten Mahulu, kemudian Kutai Barat, Kutai Timur, dan Bontang,” ungkap Musazdin, Selasa, 22 September 2026.

Keberadaan gudang-gudang baru ini diharapkan bisa memangkas jarak tempuh distribusi bantuan pangan ke penerima manfaat di masing-masing wilayah, mengingat selama ini seluruh sumber pasokan dan stok beras memang hanya terpusat di gudang Samarinda.

“Dengan adanya gudang-gudang tersebut nanti kami harapkan jarak tempuh atau jarak distribusinya ini lebih dekat kepada penerima manfaat, karena saat ini memang untuk sumber pasokan atau stoknya ini baru ada di gudang Samarinda, yakni di Karang Asam Ulu,” jelas dia.

Langkah ini dinilai menjadi salah satu solusi konkret untuk mempercepat distribusi sekaligus menekan biaya operasional, terutama untuk kebutuhan penyaluran yang sifatnya mendesak dan harus segera dilakukan intervensi.

“Untuk mengurai cost, kemudian kecepatan distribusi yang memang harus segera kita lakukan intervensi, langsung salurkan seperti itu. Sangat membantu gudang-gudang ini,” kata Musazdin.

Berbeda dari gudang produksi yang biasanya berfungsi menyerap hasil panen petani setempat, Musazdin menjelaskan gudang-gudang baru di empat wilayah tersebut akan difungsikan murni sebagai gudang distribusi. Alasannya, hasil pertanian di wilayah-wilayah tersebut sebagian besar masih digunakan untuk konsumsi sendiri oleh masyarakat setempat, bukan untuk diserap sebagai stok Bulog.

Soal sumber pendanaan, Musazdin memastikan seluruh pembangunan gudang ini akan menggunakan anggaran pemerintah, sebagai bagian dari program nasional pembangunan 100 titik infrastruktur pascapanen (IPP) di seluruh Indonesia sesuai arahan Presiden.

Program ini sebelumnya sudah dipayungi Peraturan Presiden Nomor 14 Tahun 2026, dengan sasaran mencakup daerah tertinggal, terdepan, dan terluar, serta kabupaten/kota yang belum memiliki fasilitas gudang Bulog. “Kami menggunakan anggaran pemerintah, ini kan instruksi dari Bapak Presiden untuk ada rencana 100 titik di seluruh Indonesia,” pungkas Musazdin Said. (Retno)

LAINNYA
x